Opini Opini

NOL (Bukan Kosong) Delapan Satu

NOL (Bukan Kosong) Delapan Satu Abdul Halim Fathani, Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang. Penggagas Forum Literasi Matematika (forLIMA) (Grafis: TIMES Indonesia)
Minggu, 17 Desember 2017 - 16:24

TIMESINDONESIA, JAKARTASERING kali, ketika kita berjumpa teman yang baru saja kenal atau sudah lama tidak bertemu, selalu saja minta nomor kartu yang kita pakai dalam HP. "Berapa nomormu?" begitulah pertanyaan yang sering kita dengarkan. Tanpa berpikir panjang, kita biasanya langsung menyebutkan nomor cantik yang dimiliki, kosong delapan satu tiga tiga dua satu dan seterusnya. Si penanya juga langsung menyimpan di kontak hapenya.

Sekilas, kejadian di atas tidak terasah aneh, namun bagi penulis – dan bagi siapa pun yang pernah belajar matematika – akan terasa ada keganjalan. Nomor Kartu HP biasanya selalu 081334XXXXXX, 085649731XXX, 081798763XX, 034154745X, dan seterusnya. Tidak jarang orang menyebutnya kosong delapan satu…, kosong delapan lima enam…, kosong tiga empat satu…, dan seterusnya.

Kalau kita mencoba untuk mengingat kembali pelajaran matematika sewaktu kita masih belajar di sekolah dasar (SD), kita pernah diajari guru tentang bilangan. Ada bilangan cacah yang dimulai dari nol, satu, dua, tiga, dan seterusnya (0, 1, 2, 3, 4, …).

Dalam konsep himpunan, ada himpunan kosong { }, adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota. Banyaknya anggota pada himpunan kosong adalah nol. Ada himpunan  yang  anggotanya ada angka nol-nya. Himpunan bilangan cacah adalah {0, 1, 2, 3, …} atau {nol, satu, dua, tiga, empat, …}.

Sedangkan himpunan bilangan cacah yang negatif adalah { } atau kosong. Kadang juga disimbolkan ∅. Atas penjelasan tersebut, maka ketika kita menyebut nomor hape yang benar adalah nol delapan satu. Bukan kosong delapang satu. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa nol dan kosong merupakan dua hal yang tidak sama.

Jurnalis : Abdul Halim Fathani (CR-057)
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration