Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Pariwisata

Mbah Singo Lelono Awal Kisah Pantai Sendiki

Mbah Singo Lelono Awal Kisah Pantai Sendiki Pantai Sendiki. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Selasa, 26 Desember 2017 - 14:43

TIMESINDONESIA, MALANG – Pantai Sendiki memiliki keindahan yang sangat menakjubkan, dan yang paling penting, masih asri, bersih dan sepi. 

Pantai dengan hamparan luas pasir putih halus serta pantai berbatu di beberapa bagian menjadikan pantai ini tempat yang nyaman untuk menghilangkan segala kepenatan. 

Seperti halnya pantai lain yang ada di bagian selatan Pulau Jawa, dengan ombaknya yang terkenal besar dan deras, Pantai Sendiki kurang cocok untuk dijadikan tempat untuk berenang. Namun untuk sekadar bermain air dan bercengkerama di pinggir pantai masih dapat dilakukan.

Pantai Sendiki terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pantai ini bersebelahan dengan Pantai Tamban yang berjarak sekitar 2km. 

Seperti pantai lain yang ada di Malang, pantai Sendiki juga memiliki mitos yang dipercayai oleh warga sekitar. Menurut warga sekitar, pantai ini dahulu ditemukan oleh 4 orang sahabat. 

Tiga diantara mereka setuju untuk membagi lahan tersebut dengan cara menancapkan patok kayu sebagai penanda wilayah. Sementara orang terakhir, bernama Mbah Singo Lelono, merasa bingung untuk memilih wilayahnya. 

Ia kemudian bertanya kepada 3 temannya “Punyaku Seng Ndi Iki?”. Akhirnya, dengan kesal Mbah Singo Lelono menancapkan patok kayu di sekitar pantai yang saat ini dikenal dengan nama Pantai Sendiki. Entah benar atau tidak cerita itu, tidak ada yang bisa memastikannya. 

Namun bila anda berjalan ke arah kiri pantai, anda akan menemukan sebuah makam batu dengan tulisan “Singo Lelono” yang dianggap leluhur oleh warga sekitar. (*)

Jurnalis : Sri Eko Wahyudi (CR-068)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration