Minggu, 19 Agustus 2018
Peristiwa - Daerah

Petik Laut Tradisi Nelayan Probolinggo Setiap Akhir Tahun

Petik Laut Tradisi Nelayan Probolinggo Setiap Akhir Tahun Nelayan Probolinggo membawa sesaji untuk dilarung ke laut (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Selasa, 26 Desember 2017 - 13:49

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sebuah tradisi dilakukan oleh para nelayan Probolinggo untuk menyambut tahun baru. Pada akhir tahun 2017 ini, ratusan nelayan di Desa Gejugan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, menggelar ritual ‘Petik Laut’, yang sudah menjadi budaya mereka setiap menjelang tahun baru, Selasa (26/12/2017).

Ritual ‘Petik Laut’ atau selamatan laut ini dilakukan secara turun temurun setiap tahun. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur para nelayan kepada Allah SWT, atas rezeki yang diberikan sekaligus doa agar para nelayan yang melakukan aktivitasnya di tengah lautan diberikan keselamatan dan dijauhkan dari musibah.

Ritual dilakukan dengan kirab miniatur perahu berisi sejumlah sesaji seperti kepala sapi, ayam kampung, buah-buahan, nasi kuning, lauk pauk dan hasil bumi serta bermacam-macam jenis makanan lainnya.

Selanjutnya, miniatur perahu yang berisi sesaji tersebut secara bersama-sama di bawa ke laut pantai utara selat Madura untuk dilarung atau dihanyutkan. Sebelumnya sesaji tersebut dibacakan doa oleh seluruh warga yang bermukim di pesisir Desa Gejugan. Acara tersebut juga disaksikan Muspika setempat.

Hosaini, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, ritual ‘Petik Laut’ ini sudah menjadi tradisi bagi warga pesisir, yang kesehariannya bekarja sebagai nelayan. 

“Biayanya dari swadaya masyarakat itu sendiri. ‘Petik Laut’ ini dilakukan setiap setahun sekali, setiap akhir tahun. Ini untuk kemakmuran dan keselamatan warga yang bekerja bertaruh nyawa di tengah lautan menjaring ikan laut,” kata Hosaini, Selasa (26/12/2017).

Kepala Desa Gejugan, Suharto mengatakan, tradisi ini sekaligus mengharapkan keselamatan. Sebab, sejak beberapa pekan terakhir terjadi cuaca esktrem. Selain itu juga, sebagai sarana pengikat silaturahmi antar warga dan pemerintahan.

“Larung sesaji mempunyai perlambang membuang hal-hal jelek, untuk kemudian mengharap kebaikan-kebaikan yang dihasilkan laut. Biasanya usai ‘Petik Laut’, masyarakat merasa tenang dan bisa menikmati rezeki yang melimpah,” ujarnya. (*)

Jurnalis : Muhammad Iqbal
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration