Peristiwa - Daerah Hari Ibu 2017

Wanita Perkasa dari Gunung Tugel, Tekuk Besi Demi Sesuap Nasi

Wanita Perkasa dari Gunung Tugel, Tekuk Besi Demi Sesuap Nasi Nur Halimah saat bekerja di pande besi bersama ayahnya. (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)
Jum'at, 22 Desember 2017 - 16:04

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Menjadi seorang ibu agaknya harus rela melakukan apa saja demi kebahagiaan anaknya. Demikian pula yang dilakukan dua orang perempuan asal Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang rela menjadi tukang pandai besi.

Atimah (45) dan Nur halimah (29), memang tampak seperti perempuan biasa. Tak pandai bergaya, apalagi bersolek atau merias wajah. Namun, sebagai seorang ibu, Nur halimah tetap memiliki kasih sayang. Apalagi terhadap Icha, sang buah hati yang masih berusia dua tahun.

Apapun akan dia lakukan demi kebahagiaan sang bocah. Asalkan halal dan tidak melanggar hukum serta batas kesusilaan, pasti dijalani. Termasuk menjadi seorang tukang pandai besi. Ya, sejak kelahiran Icha, Nur Halimah maupun Atimah tak lagi berjualan sembako di pasar. Mereka lebih memilih menjadi tukang pandai besi, meski pekerjaan ini pantasnya dilakoni laki-laki.

Soal besaran penghasilan, dua wanita ini sudah tidak mempedulikannya lagi. Asal bisa makan bersama, sekaligus membantu keluarga, keduanya sudah merasa bahagia.

“Mau bagaimana lagi, kalau memaksa berjualan di pasar, tidak ada yang membantu bapak,” kata Nurhalimah.

Bengkel pandai besi yang dikelola Muslim (69), ayahnya ini hanya mempekerjakan Nur halimah, dan Atimah, ibunya. Dalam seminggu, mereka menerima pesanan hingga 10 bilah celurit. Sayangnya, tidak semua celurit yang telah jadi itu dibayar langsung oleh pemesannya.

“Kalau dahulu, pesanan ramai sekali. Tapi siring berjalannya waktu, semakin sepi. Ditambah lagi peralatan yang mulai aus dan modal yang semakin menipis,” ujar Nurhalimah, dalam bahasa Madura yang kental.

Keluarga ini hanya berharap, ada bantuan dari pihak terkait, untuk menambah modal agar bengkel pande besinya lebih lengkap dan memadai. Sebab sebelumnya, sekitar tahun 2013, Muslim pernah diikutsertakan dalam pelatihan, bersama pemilik bengkel pande besi lainnya, oleh pihak Pemda Probolinggo, di Kecamatan Sukapura. 

Saat itu ia dijanjikan untuk mendapat bantuan, berupa peralatan pande besi. Namun hal tersebut tak jua terwujud, hingga saat ini. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration