Kamis, 15 November 2018
Pendidikan

Aptisi Batasi Jumlah Maba, Rektor ITS Tegaskan Tak Akan Kurangi Kuota

Aptisi Batasi Jumlah Maba, Rektor ITS Tegaskan Tak Akan Kurangi Kuota Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana.(FOTO: Istimewa)
Rabu, 13 Desember 2017 - 07:32

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Menanggapi keinginan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mengenai pembatasan jumlah mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD menegaskan bahwa ITS akan tetap mempertahankan kuota penerimaan mahasiswa baru (maba). 

Menurut Joni, hal ini dikarenakan Indonesia saat ini masih kekurangan sarjana sains dan sarjana teknik. Joni meyakini yang dimaksud dengan pengurangan kuota maba adalah mahasiswa dari kelompok program studi (prodi) sosial, politik, budaya, hukum, dan humaniora.

Hal ini tercermin dari persentase lulusan prodi tersebut yang mencapai 60 persen tiap tahunnya. Sementara jumlah lulusan sains dan teknologi hanya berkisar 20 persen dari total wisudawan perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami masih akan tetap mempertahankan jumlah kuota penerimaan maba untuk saat ini, mengingat Indonesia masih memerlukan banyak sarjana sains dan teknik,” tandas guru besar Departemen Teknik Lingkungan ITS ini, Selasa (12/12/2017).

Pengurangan kuota maba PTN, lanjut Joni, tidak akan lantas meningkatkan jumlah mahasiswa perguran tinggi swasta (PTS). “Jika dikalkulasi, jumlah PTS di Indonesia saat ini sebanyak 4.300, sementara yang diminta mengurangi kuota maba hanya sekitar 140 PTN. Jumlah tersebut sangatlah tidak sebanding,” terang Joni.

Lagi pula, imbuh Joni, melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi merupakan hak setiap siswa di Indonesia. Artinya, para siswa tersebut tidak boleh dipaksa untuk masuk ke perguruan tinggi mana, apalagi dengan kapasitas dosen dan fasilitas yang sangat berbeda. 

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration