Minggu, 23 September 2018
Gaya Hidup

Sering Lupa Ternyata Ada Baiknya Lho

Sering Lupa Ternyata Ada Baiknya Lho ILUSTRASI. Mudah lupa. (FOTO: sehatfresh.com)
Rabu, 13 Desember 2017 - 04:31

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Anda seseorang yang mudah lupa? Jika kita termasuk dalam orang yang pelupa, khususnya dalam hal meletakkan benda-benda tertentu seperti kunci kendaraan atau ponsel, maka kita tentu akan kerap mengalami kerepotan. Namun, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita juga harus bersyukur jika kerap lupa akan beberapa hal. Apa alasannya?

Dilansir dri Dokter Sehat, dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa melupakan hal-hal kecil ternyata tidak menunjukkan adanya sesuatu yang salah pada otak kita. Sebaliknya, hal ini justru menandakan bahwa otak kita sebenarnya berada dalam kondisi yang sehat dan berfungsi dengan normal.

Menurut pakar kesehatan, kemampuan mengingat kita ternyata sama sekali tidak terkait dengan kondisi kecerdasan. Bahkan, kerap lupa justru menunjukkan bahwa otak memiliki kemampuan untuk menampung cukup banyak informasi. Selain itu, hal ini juga menandakan bahwa otak sebenarnya sedang memilah-milah hal apa yang dianggap sebagai penting dan dianggap berguna dalam pengambilan keputusan dan melupakan hal-hal yang dianggap kurang penting.

Sebagai informasi, memori kita sebenarnya didesain bukan untuk menampung informasi dalam kurun waktu tertentu, namun untuk mengoptimalkan keputusan yang akan kita ambil di masa depan berdasarkan pengalaman yang sudah kita lalui.

Bagian otak yang bertindak dalam mengendalikan informasi jangka pendek dan jangka panjang, serta menghapus berbagai hal yang dianggap tidak penting adalah hippocampus. Yang menarik adalah, kerap melupakan hal yang dianggap sepele atau tidak penting menandakan bahwa otak sudah melakukan tindakan yang tepat karena memilih untuk menyimpan hal-hal yang jauh lebih berguna.

Kondisi ini mirip dengan kecenderungan kita untuk mengingat zebra sebagai hewan dengan rupa garis-garis hitam putih, namun tidak mampu mengingat dengan detail bagaimana pola garis-garis tersebut. Sayangnya, hal ini juga bisa membuat kita cenderung lebih mudah mengingat wajah alih-alih mengingat nama. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration