Peristiwa - Daerah

Menemukan Istilah 'Benur', Ini yang Dialami Hasnan Singodimayan

Menemukan Istilah 'Benur', Ini yang Dialami Hasnan Singodimayan Budayawan Banyuwangi, Hasnan Singodimayan, di rumanya di Kelurahan Pengantigan Banyuwangi. (FOTO: Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)
Kamis, 07 Desember 2017 - 17:36

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Siapa yang sangka bahwa Hasnan Singodimayan, pria berusia 86 tahun yang dikenal sebagai budayawan senior Banyuwangi, ternyata seorang penemu satu istilah di bidang perikanan.

Hasnan mulai menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 1965 petugas teknis di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Hasnan menceritakan dalam menjalankan tugasnya, dia menemukan ribuan bayi udang windu di salah satu titik di Selat Bali, di pantai sisi Banyuwangi. Dia mulai mencari tahu apa nama dari bayi-bayi udang itu dalam beberapa kamus.

"Saya ini petugas perikanan, ternyata saya menemukan benih udang dalam jumlah ribuan, bahkan jutaan. Sudah mbongkar kamus Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia, nama anaknya udang nggak ada. Yang ada anaknya bandeng, nener," kata Hasnan yang disambung gelak tawa, di rumahnya di Kelurahan Pengantigan, Kamis (7/12/2017).

Kemudian dipikirkanya sendiri nama apa yang cocok untuk menyebut bayi udang, kemudian tercetus istilah 'benur' yang merupakan akronim dari benih urang atau benih udang.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri benur berarti benih udang yang hampir tidak kasatmata atau anak udang windu.

"Kemudian saya usahakan itu namanya benih urang disingkat benur. Sampai dutulis wartawan," kata Hasnan lagi.

Lalu dia menceritakan bahwa pernah ada kesalahpahaman saat seorang wartawan media harian di Surabaya menuliskan nama benur berasal dari Gubernur Jawa Timur Mohammad Noer yang memimpin Jatim pada tahun 1967 hingga 1976.

Hal itu menyebabkan Gubernur Jatim legendaris bagi orang-orang Madura itu memanggil Hasnan datang ke kantornya di Surabaya.

Jurnalis : Ahmad Su'udi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration