Kamis, 15 November 2018
Peristiwa - Daerah

Soal Rencana Penutupan Angkutan Online, Ini Kata Warga Probolinggo

Soal Rencana Penutupan Angkutan Online, Ini Kata Warga Probolinggo Sopir angkot Probolinggo saat aksi menolak angkutan online (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)
Selasa, 12 Desember 2017 - 13:42

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Soal rencana penutupan angkutan berbasis online oleh Pemkot Probolinggo, memunculkan pendapat beragam dari warga.

Ada yang pro, dan ada yang kontra dengan penutupan itu sendiri. 

Pasca ada kepastian soal draf pelarangan angkutan berbasis online oleh pemkot, Timesindonesia.co.id berusaha merangkum suara yang terdengar di kalangan masyarakat.

Berdasarkan keterangan seorang pegawai salah satu provider telepon selular, Dianita (25), warga Kecamatan Kanigaran menyebut, antara angkutan konvensional dan angkutan berbasis online, sebetulnya bisa saja sama-sama beroperasi.

“Ya melihat tingkat efisiensinya juga sih. Karena semakin ke sini, penumpang juga butuh yang cepet dan efisien. Beda dengan angkutan konvensional, yang jelas sudah ada jalurnya,” katanya.

Lebih lanjut, dara berhijab ini menyebut, dengan adanya angkutan berbasis online, dia merasa terbantu. Terlebih ketika butuh untuk menjangkau tempat kerjanya, dari rumah. Di mana jalur tersebut, tidak dilalui oleh angkutan konvensional.

“Sangat terbantu sekali, dengan angkutan online aku bisa turun depan rumah atau depan kantor langsung, konvensional gak bisa,” sambungnya.

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration