Minggu, 23 September 2018
Peristiwa

Banjir Bandang Melanda Tiga Kecamatan, PT Perkebunan Lidjen Harus Bertanggung Jawab

Banjir Bandang Melanda Tiga Kecamatan, PT Perkebunan Lidjen Harus Bertanggung Jawab Suasana Rapat Dengar Pendapat di DPRD Banyuwangi bersama pihak SKPD, Anggota Fraksi dan masyarakat terdampak banjir bandang (FOTO: Hafil Ahmad/TIMES Indonesia)
Senin, 11 Desember 2017 - 17:26

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi, Jawa Timur, secara tegas menyatakan PT Perkebunan Lidjen harus bertanggung jawab atas terjadinya banjir bandang yang menimpa warga dan lahan pertanian dari tiga kecamatan beberapa waktu yang lalu.

Pernyataan itu disampaikan Kepala BPBD, Fajar Suasana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Banyuwangi, Jumat (8/12) sore.

Menurut dia, setelah melakukan kajian dan analisa banjir bandang yang terjadi pada akhir November dan awal Desember lalu diduga akibat kelalaian pihak pengelola.

Pasalnya, pohon Kemilina yang tertanam di lahan yang berstatus Hak Guna Usaha seluas 86 hektar di daerah Tamansari Kecamatan Licin tersebut dicabut hingga ke akarnya menggunakan alat berat dan ditanami bawang putih (tanaman akar serabut).

“Sehingga fungsi pohon sebagai penahan tanah dan penyerap air tidak ada yang akhirnya aliran banjir yang membawa material menjadi liar,” ujarnya dihadapan peserta rapat.

Sejauh pengalamannya dalam menanggulangi bencana banjir, sambung Kabid Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD, Eka Muharam mengatakan, biaya untuk menanggulangi peristiwa bencana itu tidak sedikit.

Sedangkan dalam peristiwa ini, bencana tersebut muncul akibat peralihan fungsi. Sesuai perundang-undangan di lokasi lahan HGU tersebut hanya diperuntukkan sebagai lahan perkebunan bukan tanaman lainnya.

“Secara aturan hal ini tidak dibenarkan. Dan banjir bandang itu PT Lidjen harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang timbulkan serta melakukan langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak yang akan ditimbulkan ketika terjadi banjir berikutnya," katanya.

Jurnalis : Hafil Ahmad
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Sukma

Komentar

Registration