Kamis, 15 November 2018
Opini Jejak Kiai Banyuwangi

Kiai Irsyad Achyat, Sang Penggerak ‘Muharrik’ Blambangan

Kiai Irsyad Achyat, Sang Penggerak ‘Muharrik’ Blambangan Ayung Notonegoro, penggiat di Komunitas Pegon yang bergerak dalam meneliti, mendokumentasi, dan mempublikasi sejarah dan hal ihwal tentang pesantren dan NU. (FOTO: Dokumentasi TIMES Indonesia)
Jum'at, 08 Desember 2017 - 19:15

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Nama KH Syahid Irsyad Achyat, memang layak disebut sebagai seorang muharrik atau penggerak. Terlebih bila dikaitkan dengan keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Blambangan, sebagai pemekaran dari NU Cabang Banyuwangi. Ia tak hanya tercatat sebagai ketua pertama, tapi juga sebagai penggerak utama NU di wilayah Banyuwangi selatan. 

Kiai Achyat, begitu ia biasa disapa, sebenarnya bukanlah orang Banyuwangi. Nalurinya sebagai seorang santri dan ketundukkannya pada seorang guru yang kemudian mengantarkannya ke ujung timur pulau Jawa. Ia lahir di Kediri pada 31 Desember 1909.

Keluarganya bukanlah berasal dari kalangan ulama ataupun bangsawan. Hanya seorang petani biasa yang taraf ekonominya tak terlalu baik. 

Saat masih balita, Achyat telah ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya. Kemudian dia harus tinggal bersama nenek. Di bawah bimbingan sang nenek inilah, Achyat tumbuh dan mendapatkan pendidikan ala santri. Berbagai bekal dasar keagamaan ia pelajari semasa kanak-kanak di kampung halamannya. 

Beranjak remaja, karena desakan ekonomi, Achyat memutuskan untuk merantau ke Surabaya. Selain untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, ia berkeinginan kuat untuk menghidupi neneknya di kampung. Di Surabaya tersebut, ia bekerja serabutan. Pekerjaan apapun yang sekiranya menghasilkan, ia lakukan. 

Achyat yang kerap berpindah kerja dari satu tempat ke tempat yang lain itu, membuatnya memiliki pergaulan yang cukup luas di salah satu kota metropolitan kala itu. Sampai suatu hari ia mendengar suatu percakapan rahasia para telik sandi pemerintah kolonial Belanda di Surabaya. Percakapan tersebut, merencanakan penangkapan Hadratusysyekh KH. Hasyim Asyari.

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration