Minggu, 19 Agustus 2018
Peristiwa - Nasional

Tabuh Gordang Sembilan, Presiden Buka Munas Ke-10 KAHMI

Tabuh Gordang Sembilan, Presiden Buka Munas Ke-10 KAHMI Presiden Joko Widodo (Jokowi). (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 17 November 2017 - 22:37

TIMESINDONESIA, MEDAN – Presiden Jokowi resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Santika, Medan, Jumat (17/11). Munas ini direncanakan akan berlangsung tiga hari, mulai hari ini sampai Minggu lusa.  

"Dengan mengucap Bismillah, saya membuka Munas ke-10 KAHMI", kata Presiden dalam pidatonya sambutannya.

Sebagai tanda dibukanya Munas ini, Presiden akan menabuh gordang sambilan, alat musik khas Mandailing, beserta Mahfud MD, Zulkifli Hasan, Oesman Sapto Odang, Akbar Tanjung, dan Tengku Erry Nuradi.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, perubahan yang ada saat ini semakin cepat terjadi. Hal ini membuat peta politik dan ekonomi global berubah. Hal ini pun tentu berdampak pada perpolitikan dan perekonomian nasional serta menjadi tantangan bagi Indonesia.

"Negara lain bingung mengantisipasi, sama seperti kita. Karena kecepatan teknologi lebih dari yang kita perkirakan. Ini pekerjaan besar kita dan harus kita antisipasi. Ini akan mengubah perilaku sosial kalau kita tidak memperkuat pembangunan SDA dengan nilai agama, budaya dan keindonesiaan yang kita miliki," ujar dia.

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan saat memberikan keynote speech mengatakan, pascamerdeka dan reformasi, demokrasi di Indonesia semakin baik. Ada tiga hal, lanjutnya, yang harus menjadi perhatian saat ini, yakni kemiskinan, kesenjangan dan keadilan.

"Bukannya kita sudah sepakat 72 tahun lalu bahwa keragaman itu kekuatan. Pancasila merupakan alat mempersatukan, saling menghormati dan menghargai. Saya harap KAHMI lah yang membuat kebhinekaan dan persatuan Indonesia menuju kejayaan. Semoga Munas KAHMI sukses," kata Zulkifli. (*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration