Ketahanan Informasi

Meningkatkan Kualitas Skripsi Unikama Undang Narasumber dari Amerika

Meningkatkan Kualitas Skripsi Unikama Undang Narasumber dari Amerika (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Selasa, 14 November 2017 - 23:26

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar kuliah umum tentang Penelitian Kualitatif dan Etnografi, Selasa (14/11/ 2017).

Kuliah umum ini guna memberikan pemahaman bagi mahasiswa untuk menghasilkan skripsi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Ketua pelaksana sekaligus sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Rizky Lutviana, M.Pd., menuturkan bahwa kegiatan kali ini mendatangkan seorang antropolog sekaligus peneliti dari Amerika Serikat, Christopher Foerstch, M.A.

UNIKAMA-2VPJiB.jpg

Dengan mendatangkan narasumber dari Amerika Serikat, diharapkan mahasiswa mempunyai pandangan yang lebih luas tentang penelitian dan lebih mempersiapkan diri untuk menulis skripsi di tahun akademik mendatang.

Memang saat ini tren penelitian yang lebih diminati oleh para peneliti, dosen, dan akademisi Indonesia cenderung penelitian kuantitatif, karena dianggap lebih memiliki pendekatan yang ilmiah. "Namun, pada hakikatnya penelitian kuantitatif bisa berjalan seiringan dengan penelitian kualitatif," ungkap Chris.

Chris  mencontohkan seorang mahasiswa Teknik Informatika yang ingin mengembangkan game berbasis android untuk anak dengan kebutuhan khusus. 

Tentunya kebutuhan semacam itu perlu melakukan wawancara, dan observasi-partisipatif kepada guru. Dengan demikian, anak berkebutuhan khusus, orang tua, sebelum dan setelah mengembangkan game tersebut.

UNIKAMA-39c53r.jpg

Penelitian kualitatif sebelum mengembangkan game bertujuan untuk mengetahui aspek game yang akan dikembangkan. Kemudian setelah game berupa produk jadi, penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mengetahui reaksi dan kesesuaian dengan kebutuhan anak.

Lebih lanjut Chris menjelaskan, kelebihan penelitian kualitatif dibandingkan kuantitatif adalah dengan menggunakan 200 responden. Penelitian kualitatif mampu menyajikan deskripsi data yang mendalam dan kaya (thick description). 

Sedangkan metode survey yang melibatkan 2000 responden, deskripsi data yang diberikan tidak dalam.

Pemaparan materi yang berlangsung selama dua jam ini mengundang antusias mahasiswa untuk mengetahui lebih lanjut tentang penelitian kualitatif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan, baik selama acara maupun setelah acara selesai. (*)

Jurnalis : Riza Septian Amalia (CR-059)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration