Rabu, 12 Desember 2018
Peristiwa - Daerah

Polisi Fokus Buru Kakak Kandung Ketua DPRD Bali

Polisi Fokus Buru Kakak Kandung Ketua DPRD Bali Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo saat ditemui di Mapolres Denpasar. Selasa (14/11/2017). (FOTO: Khadafi/TIMES Indonesia)
Selasa, 14 November 2017 - 21:50

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Usai menangkap Wakil Ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Suastika (JGKS) atau Mang Jangol, tersangka kasus kepemilikan sabu, Polresta Denpasar kini fokus memburu Wayan Suadana alias Wayan Kembar.

Wayan adalah kakak kandung Jero Gede yang diduga punya kaitan dengan penemuan sabu-sabu di rumah Jero Gede beberapa waktu lalu. 

Sebagai informasi, polisi mengerebek rumah Jeri Gede yang merupakan politisi Partai Gerindra ini pekan lalu. Dalam pengerebekan itu Jero Gede tidak ada di rumah. Namun polisi menemukan beberapa paket sabu di rumahnya.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan, untuk Wayan Kembar sampai saat ini petugas masih melakukan pengejaran di seluruh Bali. 

"Mang Jangol kita sudah tangkap di rumah sepupunya di Payangan Senin kemarin. Saat ini kita masih melakukan pengembangan dan terus mengejar Wayan Kembar, karena dia masih berada di Bali," ucapnya saat ditemui di Mapolres Denpasar, Selasa (14/11/2017) sore.

BACA JUGA: Polda Bali Bekuk Wakil Ketua DPRD Bali yang Buron

Terkait Mang Jangol yang ditempatkan di Mako Brimob di Jalan Tohpati, Denpasar Timur. Kapolresta menginginkan agar proses pemeriksaan pada Mang Jangol lebih fokus dan mendetail.

"Kenapa kita bawa kesana, bukan kita bawa kesini (Polresta)  agar pemeriksaan bisa secara mendetail, selain itu biar tidak terkontaminasi tahanan-tahanan di sini. Karena kita juga mau tahu dari mana asal barang tersebut. Nanti dari hasil pemeriksaan, kita akan mengkonfortir dari keterangan istrinya dan termasuk saksi-saksi lainnya," imbuhnya.

Lebih jauh lagi, ketika ditanya soal sepupunya, Kapolresta enggan membuka nama atau inisialnya yang diduga ikut menyembunyikan Mang Jangol saat menjadi buronan. Kapolresta hanya mengatakan akan melakukan pengembangan kembali dan menyelidikinya. 

"Untuk saat ini, sepupunya masih menjadi saksi, kita akan dalami apa ada maksud tertentu dalam pengamanan atau penyembunyian itu. Apakah ada faktor kesengajaan atau tidak. Nanti kita lakukan secara mendalam," ucapnya. (*)

Jurnalis : Muhammad Khadafi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Bali

Komentar

Registration