Ekonomi

KTT ASEAN-Uni Eropa, Jokowi: Hentikan Diskriminasi Kelapa Sawit

KTT ASEAN-Uni Eropa, Jokowi: Hentikan Diskriminasi Kelapa Sawit Presiden Joko Widodo (Jokowi). (FOTO: Setkab)
Selasa, 14 November 2017 - 18:55

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan diskriminasi terhadap produk kelapa sawit Indonesia di Uni Eropa agar segera dihentikan.

“Sejumlah sikap dan kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan ekonomi dan merusak citra negara produsen sawit juga harus dihilangkan,” tegas Presiden Joko Widodo saat pidato dalam KTT Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Uni Eropa (UE) yang digelar di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Selasa (14/11).

Isu kelapa sawit sangat dekat dengan upaya pengentasan kemiskinan, mempersempit gap pembangunan, serta pembangunan ekonomi yang inklusif.

Dia mengingatkan, saat ini terdapat 17 juta orang Indonesia yang hidupnya, baik langsung maupun tidak langsung, terkait dengan kelapa sawit, di mana 42 persen lahan perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh petani kecil.

"Resolusi Parlemen Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa mengenai kelapa sawit dan deforestasi serta berbagai kampanye hitam tidak saja merugikan kepentingan ekonomi, namun juga merusak citra negara produsen sawit," katanya.

Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia paham pentingnya isu sustainability. Beberapa kebijakan terkait sustainability telah diambil, termasuk pemberlakuan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Sementara itu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Kanada yang digelar seusai KTT ASEAN-Uni Eropa, Presiden Jokowi menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap upaya pembentukan perdagangan bebas ASEAN-Kanada.

Presiden Jokowi khawatir soal berkembangnya gejala proteksionisme melalui penerapan hambatan tarif dan non tarif yang kali ini justru banyak datang dari negara maju.

Untuk itu, Presiden Jokowi menekankan agar ASEAN dan Kanada harus mengirimkan pesan kepada dunia bahwa keterbukaan ekonomi yang inklusif akan membawa manfaat bagi rakyat kita.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyatakan pentingnya kemitraan ASEAN-Kanada untuk mengembangkan ekonomi terbuka yang inklusif dan saling menguntungkan keduanya.

“Kita gunakan perayaan 40 tahun ini untuk mempertebal komitmen bahwa kerja sama ASEAN-Kanada harus ditingkatkan dan menguntungkan kedua pihak,” ucap Presiden Jokowi. (*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : Setkab

Komentar

Registration