Rabu, 19 Desember 2018
Politik Pilkada Kota Malang 2018

Memilih ‘Nanda’ atau Abah…

Memilih ‘Nanda’ atau Abah… ILUSTRASI - Pilkada Kota Malang 2018 (Grafis: TIMES Indonesia)
Selasa, 14 November 2017 - 16:51

TIMESINDONESIA, JAKARTA – “Di generasi Zaman Now, kaum muda jelas memilih yang muda, kreatif, inovatif, cerdas dan berpendidikan, merakyat,” begitu celetuk, Fikri Ahmad Zarkazi, seorang mahasiswa semester tujuh, di Universitas Brawijaya (UB) Malang, saat ditemui TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Selasa (14/11/2017).

Dalam esai berjudul "The Problem of Generation", seorang sosiolog asal Amerika, Mannheim mengenalkan teorinya tentang aneka macam generasi. Salah satunya menjelaskan soal generasi milenial.

Menurut Mannheim, membagi manusia menjadi sejumlah generasi: Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z atau yang popular disebut generasi zaman Now.

NandaSyd1r.jpg

Pembagian tersebut biasanya berdasarkan rentang tahun kelahiran. Namun, rentang tahun didefinisikan berbeda-beda menurut sejumlah pakar, tapi tak terlalu jauh perbedaannya.

Definisi rentang umur Generasi Z, misalnya. Ia menjabarkan sangat bermacam-macam. Menurutnya, pada 2012, ketika jurnalis Bruce Horovitz mengenalkan Generasi Z, rentang umur yang digunakan masih belum jelas.

Tapi, istilah itu mulai sering dipakai usai presentasi dari agen pemasaran Sparks and Honey viral pada 2014. Di sana, rentang umur yang dipakai mendeskripsikan Generasi Z adalah anak-anak yang lahir 1995 hingga 2014.

Dalam pesta demokrasi, lokal maupun nasional, keberadaan generasi zaman Now atau anak muda yang sudah memiliki hak suara, tak bisa diabaikan. Karena juga sangat menentukan. Dan pilihannya, cenderung berbeda dengan kalangan tua.

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration