Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Pendidikan

Inovasi Mahasiswa Unisma ini Siap Bersaing di Pasaran

Inovasi Mahasiswa Unisma ini Siap Bersaing di Pasaran Susu rasa buah tanpa pengawet terobosan baru dua mahasiswi Universitas Islam Malang. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Selasa, 14 November 2017 - 16:35

TIMESINDONESIA, MALANG – Susu rasa buah tanpa pengawet merupakan terobosan baru dua mahasiswi semester 7 Universitas Islam Malang (Unisma) Nur Ainul Hasanah dan Linda Mayasari.

Berawal dari keprihatinan mereka dengan produk susu rasa buah yang ada di pasaran cukup membahayakan kesehatan. Sebab tak semua produk menggunakan bahan alami serta berbahan pengawet.

Mereka mulai meracik susu rasa buah alami dan memasarkannya. Mereka pun berhasil memenangkan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang digelar awal tahun 2017. “Alhamdulillah dapat hibah 15 juta rupiah dari Kemenristekdikti. Uang tersebut kami gunakan untuk terus memproduksi susu rasa buah yang alami ini,” kata Linda.

Ia yakin susu rasa buah alami dan tanpa pengawet ini mampu bersaing dengan merk susu buah lainnya.

Susu rasa buah tanpa bahan pengawet ini dibanderol dengan harga Rp 10 ribu per 275 ml. Karena tidak hanya berasal dari susu segar yang telah melalui proses pasteurisasi, namun juga buah yang digunakan mereka racik sendiri dari buah asli.

Ada 6 varian rasa yang mereka tawarkan yakni mangga, pisang, jambu, strawbery, plain dan coklat.

“Kami yakin karena ini lebih sehat pasti lebih mudah diterima masyarakat, dan kami juga sangat concern terhadap kesehatan konsumen,” tambahnya.

Benar saja, produknya ini sangat laku keras saat mereka berjualan online maupun offline di event-event tertentu. “Paling banyak mahasiswa sih peminatnya, ya tapi masyarakat biasa juga banyak yang menjadi langganan. Ya walaupun saat ini kami baru menerima pre order saja,” ungkapnya.

Sayangnya mereka masih terkendala daya tahan produk yang pendek dan juga keterbatasan waktu untuk memproduksi susu rasa buah ini.

“Kami jarang ada waktu untuk memproduksi, selain itu daya tahannya ini paling lama kalau ditaruh di pendingin bertahan 12 jam saja. Hingga saat ini kami masihterus mencari formulasi paling tepat,” tutup Linda. (*)

Jurnalis : Abdul Halim Fathani (CR-057)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration