Rabu, 19 September 2018
Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Pendidikan

Keseruan Belajar Bahasa Jerman di SMA Islam Kepanjen

Keseruan Belajar Bahasa Jerman di SMA Islam Kepanjen Kegiatan belajar mengajar di SMA Islam Kepanjen Malang. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Selasa, 14 November 2017 - 15:12

TIMESINDONESIA, MALANG – SMA Islam Kepanjen Malang memiliki cara asyik untuk meninkatkan minat belajar pada siswanya. Salah satunya dengan memberikan poin. Konsep tersebut dilakukan pada mata pelajaran Bahasa Jerman.

Bahasa Jerman adalah salah satu mata pelajaran bahasa asing pilihan di SMA Islam kepanjen. Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa internasional dari 5 bahasa resmi yang digunakan untuk berkomunikasi di dunia. Tetapi kemampuan siswa berbahasa Jerman tidak sepandai  kemampuan siswa berbahasa Inggris. Salah satu penyebabnya adalah siswa sudah mengenal bahasa Inggris sejak mereka duduk di bangku SMP, sedangkan bahasa Jerman baru mereka kenal di bangku SMA. 

Kemampuan berbahasa seorang siswa lebih menonjolkan pada kemampuannya menghafal, sedangkan belajar menghafal bagi siswa sekarang adalah pelajaran yang membosankan. Untuk mengatasi kejenuhan dalam menerima pelajaran bahasa Jerman dibuatlah model pembelajaran yang menarik yang dapat mendorong siswa aktif, dan proses belajar agar sesuai tujuan.

Guru bahasa Jerma di SMA Islam Kepanjen yaitu Drs Endik Kuswanto mengatakan kemampuan mengenal benda-benda dan penyebutan istilah dalam keluarga bagi kelas XI program bahasa kurang diminati dan pembelajaran menjadi kurang menarik. Sehingga dibuatlah model pembelajaran dengan berebut point.

Endik menjelaskan metode berebut poin yang diterapkannya. Mula-mula guru membagi kelas menjadi dua kelompok. Dua kelompok tersebut membuat barisan dalam kelas, guru menempelkan kertas yang berisi  berbagai kosa kata dalam bahasa jerman di papan tulis. Selanjutnya mulai dengan permainan, guru memberi pertanyaan yang jawabannya ada di tempelan papan tulis, dua kelompok saling berebut mengambil kosa kata yang ada dalam papan tulis, siswa yang sudah mengambil kosa kata kembali pada barisan yang paling belakang dikelompoknya.

Apabila jawaban yang diambil benar, maka kelompoknya mendapatkan point dari guru. Suasana berebut kosa kata di papan tulis sangat riuh dan menggembirakan. Mereka tak pernah lepas sedikitpun dari buku, dengan memperhatikan kosa kata yang tersisa sembari mencari di buku. Lenjut bapak Endik dengan penuh semangat. Perolehan point membuat puas siswa dan menjadi lebih bersemangat dalam belajar.

Tanpa disadari siswa bersemangat menghafalkan kata-kata yang tertera di papan tulis. Hasil yang dicapai siswa dalam pembelajaran ini sangat memuaskan. (*)

Jurnalis : Hj. Dyah Lussi (CR-051)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration