Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Jaga Stabilitas Harga, Pemerintah Perluas Tanaman Cabai di Banyuwangi

Home / Ekonomi / Jaga Stabilitas Harga, Pemerintah Perluas Tanaman Cabai di Banyuwangi
Jaga Stabilitas Harga, Pemerintah Perluas Tanaman Cabai di Banyuwangi Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arif Setiawan saat membuka Dilkat Teknis Tematik APBN-P 2017, Rabu (11/10/2017) (Foto : Distan Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengembangkan perluasan tanaman cabai sebanyak 175 Hektare di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur melalui dana APBN Perubahan tahun 2017. Program ini bertujuan menghindari lonjakan harga agar tidak terjadi seperti tahun 2016 silam.

Untuk mengawali kegiatan, Kementan RI memberikan Diklat Teknis Tematik Aneka Cabai (cabai besar dan cabai kecil) kepada 30 orang pengurus dari 16 kelompok tani (poktan) dan penyuluh pertanian di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Giri, Rabu kemarin (11/10/2017).

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arif Setiawan menjelaskan, Diklat yang akan dilaksanakan hingga Sabtu (14/10/2017) mendatang itu bertujuan agar program bisa tepat sasaran, tepat kegiatan, tepat distribusi, tepat budidaya, dan tepat penanganan pasca panen.

“Ada 100 Hektare lahan yang akan ditanami cabai rawit, dan sisanya 75 Hektare ditanami cabai besar,” jelas Arif, Kamis (12/10/3017).

Agar program berjalan cepat dan tepat, kata Arif, semua unsur pemerintah juga dilibatkan dalam program itu, termasuk dari perguruan tinggi, yakni Universitas Jember dan Universitas Brawijaya Malang.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian Banyuwangi, Moh Hoiri menambahkan, saat ini saprodi mulai di distribusikan kepada poktan oleh perusahaan pemenang lelang.

“Petani sudah mulai melakukan pembedengan. Kita targetkan akhir Oktober ini sudah mulai tanam saat musim hujan tiba,” tambah Hoiri.

Balai Besar Pertanian (BBP) Malang dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman juga dilibatkan untuk memberikan materi sekaligus praktik bersama terkait aplikasi kegiatan penanaman cabai kepada poktan yang melaksanakan program tersebut.

Diharapkan, perluasan penanaman cabai yang digulirkan oleh Kementan RI di Banyuwangi mampu mencegah inflasi akibat dari kenaikan harga komoditi cabai.

“Petani yang melaksanakan program ini akan membuat MoU untuk menjual sebagian hasil panen kepada pemerintah melalui Bulog dengan harga 60 persen lebih rendah dari harga pasaran,” kata Hoiri.(*)

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com