Rabu, 26 September 2018
Opini

Janganlah Cinta Mengalahkan Logika

Janganlah Cinta Mengalahkan Logika Abid Zamzami, Dosen FH Unisma. (Grafis: TIMES Indonesia)
Kamis, 12 Oktober 2017 - 11:22

TIMESINDONESIA, MALANG – Cinta….memang membingungkan, bahkan rasa cinta sangat sulit untuk didefinisikan dengan kata-kata. Cinta datang dan pergi sesuka hati  bahkan cinta hadir dalam hati tanpa permisi dan tanpa mengucap salam hadir dan hinggap dalam sanubari yang terdalam. 

Tapi disatu sisi kehadiran cinta pun dapat dijemput, karena cinta hadir dan bersemi karena terbiasaan. Biasa bersama, biasa bersenda gurau, biasa memberi dan menerima dan seterusnya.

Banyak dari kita kadang terbuai dengan cinta sehingga terkadang mengalahkan logika. Sebagai contoh saat kita benar-benar jatuh cinta maka yang terlihat adalah hal-hal yang baik saja dan hal-hal lain terabaikan. Karena posisi yang bermain saat itu adalah hati dan perasaan. 

Seperti dalam lagu “Jatuh Cinta” yang dibawakan oleh titiek puspa “Jatuh cinta berjuta rasanya, Biar siang biar malam terbayang wajahnya, Jatuh cinta berjuta indahnya, Biar hitam biar putih manislah nampaknya”.

Logika dan cinta memang tidak dapat dilakukan bersama pada saat waktu bersamaan. Karena karakter keduanya memiliki perbedaan sehingga manusia dalam kesadarannya harus memilih. Bahkan harus sengaja mengalahkan salah satunya yaitu cinta atau logika dan menentukan siapa yang menang dan yang kalah tergantung dari penilaian secara subyektif manusia.

Mungkin inilah rasa cinta yang diungkapkan musisi kondang Ahmad Dhani kepada ketiga anak laki-lakinya. Dengan usia yang masih belia mereka telah diberi kendaraan bermotor roda empat oleh ayahnya dengan maksud untuk mempermudah aktifitas meraka. 

Jurnalis : Abid Zamzami (CR-057)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration