Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017
Bondowoso Republik Kopi

Bupati Bondowoso Dorong Masyarakat Ikut Tekan Angka Pernikahan Dini

Home / Peristiwa - Daerah / Bupati Bondowoso Dorong Masyarakat Ikut Tekan Angka Pernikahan Dini
Bupati Bondowoso Dorong Masyarakat Ikut Tekan Angka Pernikahan Dini Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni saat memberikan arahan pada acara Pencanangan Kesatuan Gerak PKK, KB, dan Kesehatan di Kecamatan Tamanan, Bondowoso. (FOTO: Sofya/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni, terus mendorong masyarakat untuk turut serta membantu Pemerintah menekan angka pernikahan dini yang saat ini masih cukup tinggi.

Hal ini ia sampaikan saat memberikan pengarahan dalam acara Pencanangan Kesatuan Gerak PKK, KB dan Kesehatan di Kecamatan Tamanan, Bondowoso, Rabu (11/10/2017).

Dalam arahannya, Amin menuturkan bahwa pernikahan dini merupakan sumber yang mendatangkan masalah-masalah kompleks ditengah-tengah masyarakat.

Selain ketidaksiapan dari segi fisik, pernikahan dini kata dia juga dapat menimbulkan masalah-masalah sosial kemasyarakatan yang berdampak pada kualitas generasi penerus bangsa. 

"Beberapa masalah yang bisa timbul diantaranya adalah tidak terurusnya anak hasil pernikahan dini karena si orang tua memang belum matang secara fisik maupun secara mental. Hal ini tentu akan menimbulkan masalah-masalah sosial kemasyarakatan," tutur Amin. 

Amin menambahkan anggapan bahwa perempuan kodratnya di dapur dan laki-laki sebagai pencari nafkah tidak bisa terus menerus dilestarikan.

Sebab, hal ini kontraproduktif dengan visi Bupati Bondowoso yang hendak mewujudkan masyarakat yang beriman, berdaya dan bermartabat.

"Sebab ciri sebuah masyarakat yang bermartabat adalah didahului dengan tingkat pendidikan yang baik dari warganya," katanya. 

Karena itu, Amin mengajak Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, Petugas Penyuluh untuk terus memberikan pengetahuan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) pada masyarakat.

"Ini harus menjadi perhatian yang serius dari tokoh masyarakat, kepala desa maupun tenaga penyuluh untuk terus memberikan pengetahuan pentingnya PUP kepada masyarakat," ujarnya. 

Saat ini, angka pernikahan dini di Bondowoso mencapai 43 persen. (*)

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com