Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017
Sinau Bareng Emha Ainun Nadjib

Gusti Ratu Ibu

Home / Opini / Gusti Ratu Ibu
Gusti Ratu Ibu Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – (Firman Sepuluh)

Meskipun aku bukan faktor, bukan pemeran apapun, sepenuh-penuhnya hanya rakyat kecil, pun tidak diminta atau dibutuhkan oleh pihak manapun – tetapi karena cinta dan rasa sayang kepada Yogya: maka hal Keraton Yogya, saya menyusun lima tingkat pandangan. 

Pertama, tentang apa yang benar dan apa yang salah, serta apa yang baik dan apa yang buruk. Berdasarkan prinsip nilai, ilmu dan wacana yang diperlukan sesuai dengan spektrum permasalahannya. Kedua, tentang berapa kadar atau prosentase benar salah dan baik buruk pada masing-masing pihak. Berdasarkan fakta sejarah yang rentangnya relevan terhadap yang diperlukan oleh konteksnya.

Ketiga, pandangan tentang formula yang teradil, atau yang paling mendekati keadilan bagi sekurang-kurangnya dua pihak yang bersebarangan, tanpa mencederai amanah nilai-nilai dari para pendahulunya. Keempat, makhraj atau solusi yang bijaksana, atau yang paling mendekati kebijaksanaan, berhubung subjek-subjek dalam permasalahan ini adalah semuanya yang ada di dalam lingkup sejarah Keraton dan Negara Indonesia, termasuk abdi-dalem, para kawula dan rakyat Yogyakarta.

Kelima, tentang bagaimana upaya-upaya yang bisa dilakukan bersama oleh semua pihak yang berada dalam lingkup permasalahan itu, agar terbuka kemungkinan di mana Allah berkenan melibatkan diri. Dengan rahmat-Nya, pertolongan-Nya, hidayah-Nya, peringatan-Nya, ujian-Nya atau hukuman-Nya. Saya bertanya kepada seorang “aktivis” tingkat tinggi Keraton tentang ketetapan Mahkaman Konstitusi, dan beliau menjawab “Kita pasrahkan kepada Mahkamah Konstitusi Langit, karena kalau kita biarkan benturan terjadi, akan bertambah tema masalahnya, dan lebih banyak lagi pihak yang dirugikan”.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com