Senin, 19 Februari 2018
Glutera News

Hati-hati Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Hati-hati Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Foto: Glutera)
Jum'at, 08 September 2017 - 20:50

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pembengkakan kelenjar getah bening(lymphadenopathy) adalah kondisi ketika kelenjar getah bening atau gumpalan jaringan sebesar kacang yang berisi sel darah putih mengalami pembesaran.

Sebenarnya kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa membantu melawan infeksi, baik disebabkan oleh bakteri, virus, atau lainnya. Biasanya ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda. Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya.

Meskipun begitu, Anda harus tetap mewaspadai pembengkakan kelenjar getah bening karena kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kondisi yang tergolong serius. Temuilah dokter apabila:

•    Kelenjar getah bening terasa keras saat ditekan.
•    Kelenjar getah bening membengkak tanpa sebab yang jelas disertai badan yang terasa lemah.
•    Kelenjar getah bening telah membengkak lebih dari dua minggu dan/atau disertai dengan ukuran yang membesar.
•    Anda mengalami demam yang tidak kunjung mereda.
•    Anda selalu berkeringat di malam hari.
•    Anda mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
•    Anda mengalami sakit tenggorokan yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas.

Pada dasarnya, kelenjar getah bening terdapat di seluruh tubuh kita, namun kondisi pembengkakan biasanya hanya terjadi di area ketiak, leher, di bawah dagu, dan di pangkal paha.

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Infeksi bakteri atau virus yang tergolong ringan merupakan faktor yang paling sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Beberapa contoh infeksi ringan tersebut adalah demam kelenjar, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, infeksi telinga, dan infeksi kulit (selulitis). Kelenjar getah bening yang bengkak akibat infeksi-infeksi tersebut biasanya disertai rasa sakit. Selain itu, terkadang penderita juga mengalami demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Pewarta : Deasy Mayasari
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration