Peristiwa - Daerah

Wow, Hasil Panen Padi SRI di Pesanggaran Banyuwangi Meningkat Pesat

Wow, Hasil Panen Padi SRI di Pesanggaran Banyuwangi Meningkat Pesat Petugas saat melakukan pengumbinan terhadap butir padi metode SRI, di Dusun Tembakur, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. (Foto : Istimewa)
Jum'at, 08 September 2017 - 18:06

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kebahagiaan menyelimuti warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Karena sejak menerapkan metode System of Rice Intensification (SRI), hasil panen mereka meningkat pesat, antara 40 sampai 50 persen.

Seperti yang dilakukan di Dusun Tembakur, Desa Sumbermulyo. Disini, panen padi yang biasanya hanya 4,5 sampai 5 ton gabah perhektar, dengan metode SRI menjadi 7,5 ton per hektar.

Bobot butiran gabah pun meningkat menjadi 30 gram per 1.000 butir. Padahal untuk non SRI hanya 25 gram per 1.000 butir.

Kabar baiknya, metode SRI, yang merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bumi Suksesindo (PT BSI) ini juga diterapkan ditiga desa lainnya di kecamatan setempat. Yakni Desa Sumberagung, Pesanggaran dan Sarongan. Tak pelak, pendapatan para petani disekitar operasi perusahaan tambang emas ini pun meningkat.

Panen-Padi-BanyuwangiAwW51.jpg

"Sebelum dipanen, tim SRI, PT BSI beserta para petani didampingi tim dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pesanggaran, melakukan ubinan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas produksi padi. Jadi masyarakat bisa melihat sendiri keistimewaan metode SRI," ucap Senior Manager External Affairs PT BSI, Bambang Wijonarko, Jumat (8/9/2017).

Dia juga menyebutkan, program budidaya padi dengan metode SRI telah dikembangkan oleh PT BSI sejak 2015 yang lalu. Dan seluruhnya menunjukkan hasil yang sangat memuaskan.

"Peningkatan hasil ini kami harapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani," ungkapnya.

Seperti diketahui, perusahaan tambang emas terbesar kedua di Indonesia, ini terus menggelontorkan CSR kepada masyarakat sekitar. Dengan menerapkan empat program unggulan. Pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi berkelanjutan dan pembangunan infrastuktur. (*)

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Pasuruan

Komentar

Loading...
Registration