Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Rambut Rontok

Home / Glutera News / Rambut Rontok
Rambut Rontok Tips Mengatasi Rambut Rontok (Foto: Gluteranews)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Rambut rontok atau alopesia adalah penurunan jumlah rambut pada kulit kepala. Sebagian besar orang pernah mengalami rambut rontok. Merupakan suatu hal yang normal untuk kehilangan 100 helai rambut per harinya. Namun jika berlebihan, terkadang ada alasan medis yang menjadi penyebab kerontokan.

Kerontokan Rambut Akibat Perubahan Hormon
Pola kerontokan rambut akibat hormon dikenal dengan istilah medis sebagai alopesia androgenik. Kerontokan ini biasanya terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun, atau pada wanita setelah melewati masa menopause.

Hormon yang diduga berperan dalam proses perontokan rambut adalah dihydrotestosterone (DHT). Hormon ini dihasilkan oleh hormon progesteron. DHT akan menyebabkan folikel rambut menyusut sehingga lama kelamaan rambut akan rontok.

Pada pria, pola kerontokan akibat hormon ini bersifat khas, yakni membentuk lengkungan khas pada kedua sisi pelipis. Seiring berjalannya waktu, garis rambut akan berbentuk seperti huruf “M”. Selain di pelipis, puncak kepala juga akan mengalami kerontokan, sehingga menjadi rontok rambut total.

Bentuk kerontokan yang berbeda akan terjadi pada wanita. Kerontokan akibat hormon pada wanita akan terjadi di seluruh bagian rambut, tidak terpusat di daerah tertentu saja. Kerontokan pada wanita juga jarang sekali menimbulkan penipisan rambut di bagian-bagian tertentu.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com