Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Jetnet, Inovasi Mahasiswa Undip bagi Tuna Netra

Home / Tekno / Jetnet, Inovasi Mahasiswa Undip bagi Tuna Netra
Jetnet, Inovasi Mahasiswa Undip bagi Tuna Netra Jetnet, jaket bagi tuna netra karya mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip). (Foto: Merdeka)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menciptakan jaket khusus bagi penyandang tunanetra.

Teguh Kurniawan, selaku ketua tim perancang Jetnet, mengatakan jaket khusu ini bernama Jetnet. "Jaket ini kami namai Jetnet, yakni singkatan dari jaket untuk tunanetra," katanya.

Jetnet tercipta saat Teguh, dan tiga temannya dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Undip mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa 2017.

Ia menjelaskan cara kerja Jetnet, yang mengandalkan peran sensor di beberapa bagian jaket untuk mendeteksi objek di sekitarnya.

"Begitu sensor mendeteksi ada objek, misalnya lubang atau tembok, segera mengirimkan data ke alat bernama Arduino dan mengirimkan sinyal berupa suara," katanya.

Suara yang diperdengarkan dapat menggunakan headset, yang berbunyi "awas bawah", "awas depan".

Sedikitnya ada delapan sensor dengan daya jangkau berbeda, yakni depan tiga meter, bawah tiga meter, serong kanan-kiri dua meter, dan kanan-kiri 1,5 meter.

Krismon Budiono, salah satu anggota tim, mengatakan jaket itu dirancang selama sekitar empat bulan dan sudah melalui berbagai revisi dan perbaikan.

Biaya untuk riset itu,  kata dia mengabiskan dana sekitar Rp3,1 juta, tetapi biaya untuk membuat satu jaket itu bisa kurang dari Rp1 juta.

"Tenaganya pakainya satu baterai 12 volt. Bisa di-charge. Sensornya bisa dilepas kalau jaketnya mau dicuci. Jadi, sangat mudah dan aman," katanya.

Sementara itu Aris Triwiyatno, dosen Jurusan Teknik Elektro yang menjadi pembimbing tim mahasiswa itu, mengapresiasi ide dari keempat anak didiknya.

"Idenya murni dari mahasiswa. Namanya saja program kreativitas mahasiswa. Mereka ini salah satu dari delapan tim yang dari FT yang maju ke PKM 2017," katanya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com