Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Ribuan Santri Baru Nurul Jadid Jalani Orientasi

Home / Pendidikan / Ribuan Santri Baru Nurul Jadid Jalani Orientasi
Ribuan Santri Baru Nurul Jadid Jalani Orientasi Santri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid mengikuti orientasi di halaman kantor pesantren (foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebanyak 1700 santri baru Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jatim, menjalani orientasi santri baru (Osabar), Senin (17/7/2017) sampai Sabtu (23/7/2017).

Orientasi dibuka secara resmi oleh KH. Hefni Rozak di halaman pesantren, Senin malam.

Selama lima hari orientasi, santri baru akan dikenalkan pada sejarah dan perjuangan pendiri dan pengasuh, serta keluarga pesantren. Dengan pengenalan ini, santri diharap bisa meneladani kiprah para pengasuh.

Santri baru juga akan diberi pemahaman seputar trogi santri, serta panca kesadaran santri. Trilogi santri meliputi, perhatian terhadap kewajiban fardu ain, perhatian terhadap dosa-dosa besar dan menjauhinya, serta berakhlak baik kepada Allah dan ciptaannya.

Adapun panca kesadaran santri, meliputi kesadaran beragama, kesadaran berilmu, kesadaran bermasyarakat, kesadaran berbangsa dan bernegara, dan kesadaran berorganisasi.

"Santri baru dharap mengamalkan panca kesadaran dan trilogi santri dalam kehidupan sehari-hari," kata Ketua Panitia Osabar, Yuzaul Anwar.

Lewat orientasi, santri baru juga akan diberi pemahaman tentang peraturan dan tata tertib santri.

"Lewat osabar ini, kami berharap santri baru meneguhkan niat: mondok untuk mengaji dan membina akhlakul karimah," katanya saat pembukaan Osabar.

Pada kesempatan yang sama, KH. Hefni Rozak menyampaikan, osabar merupakan awal dari orientasi lainnya di pesantren. Setelah osabar, santri akan menjalani orientasi selama di pesantren.

Begitu pula saat hendak pulang kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Saat pembukaan osabar, 1700 santri baru yang didominasi perempuan, berkumpul di halaman pesantren dengan busana putih.

Acara diawali dengan penampilan seni hadrah dan pembacaan puisi tiga bahasa oleh santri.

Acara diakhiri dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya; dan Mars Nurul Jadid bersama-sama. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com