Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Mahasiswa Brawijaya Ciptakan Alas Duduk Pengusir Kantuk untuk Sopir

Home / Tekno / Mahasiswa Brawijaya Ciptakan Alas Duduk Pengusir Kantuk untuk Sopir
Mahasiswa Brawijaya Ciptakan Alas Duduk Pengusir Kantuk untuk Sopir ILUSTRASI: Seorang Sopir sedang mengantuk. (Foto: psicologionline)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Banyaknya kecelakaan lalu lintas yang dipicu pengemudi yang mengantuk, mendorong tiga mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang mengembangkan alat penghilang kantuk.

Alat bernama Alas Duduk Anti-Kantuk atau Alakantuk ini dibuat bekerja secera otomatis begitu mendeteksi pengemudi menunjukkan tanda-tanda mengantuk.

Dikutip dari kantor berita Antara, Prayoga Bintang Primawan salah satu dari tiga mahasiswa penemu Alakantuk mengemukakan alat yang berupa alas duduk ini mampu meningkatkan detak jantung manusia melalui getaran.

Prinsip kerjanya berawal dari sensor detak jantung yang terpasang di pergelangan tangan. Ketika detak jantung terbaca di bawah angka normal, alas duduk bisa menciptakan getaran yang memicu detak jantung kembali meningkat dan membuat rasa kantuk hilang.

Prayoga menerangkan alat yang bisa digunakan ketika berkendara tersebut, terdiri dari beberapa komponen yaitu alas duduk dan gelang. Dalam alas duduk terdapat komponen elektronik berupa penggetar, sedangkan pada gelang terdapat sensor detak jantung.

"Pada saat bergetar, katanya, detak jantung meningkat, aliran darah juga meningkat sehingga jadi lebih fokus dalam berkendara," ucapnya.

Menurut dia, Alakantuk merupakan solusi yang tepat bagi para sopir kendaraan roda empat yang memiliki jam kerja lebih dari 12 jam per hari. Alakantuk ini bisa digunakan tiga sampai empat jam per hari secara terus-menerus dan memudahkan para pengguna di kondisi yang darurat.

Asri, mahasiswa lainnya yang juga dalam satu tim penemu Alakantuk mengatakan, alat ini sedang dalam proses pengajuan paten.

"Kami masih akan melakukan pengujian lebih lanjut dan masih memperbaiki desainnya agar lebih enak dipandang dan sempurna sehingga pengguna bisa lebih aman dan nyaman," ujarnya.

Alakantuk merupakan inovasi mahasiswa yang diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM KC). Proses penemuan dan pembuatan alat ini berada di bawah bimbingan dosen Haslinda Kusumaningsih. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com