Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Kemendag Jamin Daging Impor dari India Tak Masuk ke Jatim

Home / Ekonomi / Kemendag Jamin Daging Impor dari India Tak Masuk ke Jatim
Kemendag Jamin Daging Impor dari India Tak Masuk ke Jatim Mendag Enggar tinjau Pasar Blambangan (Foto : Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka keran impor daging tanpa mengenakan kuota untuk memenuhi kebutuhan daging nasional tahun ini, terutama jelang Hari Raya Idul Fitri. Namun daging sapi dan kerbau beku yang diimpor dari India itu dipastikan tidak akan masuk Provinsi Jawa Timur (Jatim) karena permintaan Pemprov Jatim yang diajukan pada Kemendag.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat tinjau Pasar Blambangan di Jalan Basuki Rahmat Banyuwangi, Jawa Timur.

“Daging itu saya lepas, saya tidak mau pakai kuota, kuota itu sumber korupsi, saya bisa jual beli kuota nanti,” tutur Enggar, sapaan Enggartiasto Lukita, Selasa (20/6/2017).

Sedangkan Jatim yang merupakan sentar ternak sapi dan dinilai memiliki stok yang cukup dipastikan tetap menikmati daging sapi lokal. Enggar mengaku pihaknya menghargai keputusan Pemprov Jatim yang berusaha memenuhi kebutuhan daging masyarakat dengan stok mereka sendiri.

“Pemprov Jatim ingin melindungi peternak lokal. Ini kita hormati, biarkan mereka berproses, mereka berjalan,” imbuh Enggar.

Sebagai gantinya pihaknya mengenakan kewajiban bagi importir daging untuk mendatangkan sapi indukan dan diternak untuk mendukung program swasembada daging. Artinya importir daging akan menjalani proses menjadi peternak sapi untuk mendukung keseimbangan konsumsi dan produksi daging sapi nasional.

“Karena populasi sapi itu turunnya tajam sekali bahkan sapi indukan lokal NTT dan Bali sudah dipotong karena mereka butuh. Ngabisinnya, turunnya itu kan gampang, naikinnya yang tidak mudah,” ucap Enggar lagi.

Harga daging sapi lokal meskipun fluktuatif, dikatakannya cukup stabil karena perubahan harga tidak terlalu jauh. Pihaknya mencatat harga daging sapi berubah-ubah antara Rp 105 ribu, Rp 110 ribu, Rp 125 ribu dan Rp 130 ribu sedangkan di Pasar Blambangan kini harganya Rp 120 ribu per kilogram. Sementara itu di beberapa provinsi selain Jawa Timur, daging beku dijual dengan harga Rp 40 ribu.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com