Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Menpar Yahya Ingin Ada 100 Ribu Kursi Penerbangan Banyuwangi-Jakarta

Home / Ekonomi / Menpar Yahya Ingin Ada 100 Ribu Kursi Penerbangan Banyuwangi-Jakarta
Menpar Yahya Ingin Ada 100 Ribu Kursi Penerbangan Banyuwangi-Jakarta Menpar Arief (kanan), Bupati Anas, Fitri Carlina, Chandra Lie sesaat setelah landing di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur.(Foto : Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Meski baru diresmikan, penerbangan langsung Banyuwangi-Jakata mendapat dorongan dari Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk dilakukan 3 kali setiap hari.

Sedangkan maskapai penerbangan Nam Air yang termasuk dalam Sriwijaya Air Group akan menjalankan rute penerbangan langsung itu, satu kali setiap hari, pukul 07.05 WIB dari Jakarta ke Banyuwangi dan pukul 09.05 WIB dari Banyuwangi ke Jakarta, mulai hari ini, Jumat (16/6/2017).

Kepada TIMES Indonesia, Menteri Yahya mengatakan pihaknya menginginkan ada 100 ribu kursi penumpang per tahun dalam penerbangan langsung Banyuwangi-Jakarta, untuk itu minimal harus ada 3 kali penerbangan dengan Boeing 737 seri 500 yang berkapasitas 150 penumpang.

“Sepanjang 2016 ada 120 ribu penumpang rute Banyuwangi-Surabaya. Katakanlah setengahnya ke Jakarta, mereka akan pindah, daripada transit ke Surabaya. Kalau 40 ribu sudah mudah, saya minta 100 ribu per tahun,” kata Menpar Arief, di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (16/6/2017).

Selain itu pasar penerbangan Bandara Blimbingsari meliputi 5 kabupaten yakni Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Jembrana di Pulau Bali bagian utara. 5 Kabupaten itu dikatakannya memiliki memiliki 6 juta penduduk, kalau ada 1 persen yang bepergian ke Jakarta berarti ada 60 ribu penumpang, kalau ada 5 persen, berarti ada 300 ribu penumpang penerbangan langsung.

“Semakin banyak penumpang, harga tiket akan semakin murah. Harga tiket semakin murah, akan semakin banyak penumpang dan terus berkembang begitu,” pungkas Arief.

Sementara itu, CEO Sriwijaya Air Group Chandra Lie mengatakan pihaknya tengah mengajukan izin menambah rute penerbangan langsung Banyuwangi-Jakarta hingga 3 kali kepada Kemeterian Perhubungan. Tidak hanya itu, pihaknya juga tengah berusaha membangun rute penerbangan Banyuwangi-Bali dan Banyuwangi-Surabaya.

“Kita tertarik dan sudah mengajukan izin. Tapi tentu menunggu dari izin Kementerian Perhubungan,” kata Chandra.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com