Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Ketum PBNU: Full Day School Tidak Sesuai Kultur

Home / Pendidikan / Ketum PBNU: Full Day School Tidak Sesuai Kultur
Ketum PBNU: Full Day School Tidak Sesuai Kultur Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH. Aqil Siroj saat melakukan jumpa pers di kantornya terkait kebijakan Mendikbud tentang Full Day School. (Foto: Hasbullah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) tak setuju dengan rencana Mendikbud Muhadjir Effendy mengenai sekolah yang hanya digelar Senin hingga Jumat atau full day school (FDS).

Menurut PBNU, jam sekolah yang pagi hingga sore tidak sesuai dengan kultur budaya muslim Indonesia. 

"PBNU menolak keras Full day school, lima hari sekolah, delapan jam sehari," papar Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj dalam konferensi persnya di Auditorium Lt. 8 Gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 jakarta pusat, Kamis (15/6/2017).

KH Said menilai, penguatan pendidikan kerakter sebagaimana tertuang dalam Nawacita pemerintahan Jokowi-JK harus dilakukan dalam bentuk kebijakan kreatif yang sesuai dengan kultur masyarakat.

Dengan kata lain, sekolah seharian itu tidak cocok jika dikaitkan dengan penguatan karakter siswa lewat pendidikan.

"Pembentukan karakter tidak secara otomatis bisa dicapai dengan jalan menambahkan jam sekolah," jelasnya.

Kata dia, saat ini wacana penerapan FDS oleh pemerintah sudah meresahkan masyarakat, terlebih yang berada di daerah.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com