Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Pemkab Bondowoso Luncurkan Gerakan Stop Bersalin di Dukun Bayi

Home / Kesehatan / Pemkab Bondowoso Luncurkan Gerakan Stop Bersalin di Dukun Bayi
Pemkab Bondowoso Luncurkan Gerakan Stop Bersalin di Dukun Bayi ILUSTRAS: Ibu Hamil (Foto: istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Jawa Timur mensosialisasi Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 25 Tahun 2017 tentang keterpaduan (Organisasi Perangkat Daerah) OPD dan Non OPD dalam upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB) di Aula Sabha Bina Praja, Senin (12/6/2017).

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah, Hidayat diampingin Asisten I Bidang Pemerintahan Agung Tri Handono hadir memberikan arahan kepada perwakilan OPD yang ada. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama Sinergi Total Pencegahan Bersalin di Dukun Bayi dan Selamatkan Ibu (Stop Berduka).

Sekda Hidayat dalam arahannya meminta keterlibatan semua jajaran OPD dalam upaya menurunkan AKI/AKB. Karena bidang kesehatan (yang di dalamnya ada AKI/AKB) juga merupakan salah satu indikator suatu daerah masuk dalam kategori tertinggal.

“AKI/AKB di Bondowoso ini masih terbilang tinggi. Berdasar data Dinas Kesehatan Tahun 2015 itu ada 19 ibu dan 167 bayi yang meninggal. Sedangkan pada tahun 2016 itu ada 20 ibu 178 bayi yang meninggal. Sementara hingga bulan Juni tahun 2017 sudah ada 8 kasus,” tutur Hidayat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Mohammad Imron berharap melalui program Stop Berduka AKI/AKB bisa ditekan. Karena penangan untuk ibu dan bayi dalam masa persalinan akan dilakukan oleh tim medis yang sudah memiliki kualifikasi, dalam hal ini bidan dan perawat. Untuk dukun bayi yang memang sudah ada sejak dulu, Imron berharap ada sinergi dalam bentuk kemitraan dengan bidan desa setempat. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com