Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Serangan Malware Masih Mengancam Indonesia

Home / Tekno / Serangan Malware Masih Mengancam Indonesia
Serangan Malware Masih Mengancam Indonesia ILUSTRASI - Serangan virus pada perangkat komputer (Foto: TechWeck)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Analis forensik digital Ruby Alamsyah mengatakan bahwa serangan malware semacam Ransomware WannaCry masih akan mengancam piranti lunak jika masih banyak celah keamanan yang bisa ditembus.

"Tetap diwaspadai, ancaman virus kapan saja bisa terjadi dengan versi baru. Untuk itu penanganan WannaCry harus lebih hati-hati lagi," kata Ruby, di Jakarta, Sabtu (20/5/2017).

Ruby yang juga anggota International High Technology Crime Investigation Association (HTCIA) ini menyarankan selain harus rajin menambal lubang melalui "update patch" yang disediakan penyedia sistim operasi, penanganan malware seperti ini juga harus diikuti manajemen infrastruktur jaringan yang andal.

"Gunakan fitur peralatan jaringan secara optimal. Banyak perusahaan yang beli switch mahal sampai puluhan juta rupiah, namun tidak dioptimalisasi. Tidak pakai virtual LAN, trafik tidak difilter dan dibiarkan default," tegasnya.

Potensi ancaman bisa semakin meluas, setelah mengincar fasilitas IT rumah sakit ada kemungkinan sektor lainnya seperti perbankan juga menjadi sasaran.

Khusus sektor perbankan di Indonesia cenderung lebih aman dari serangan Ransome WannaCry karena sudah memiliki sistem back-end yang kategori sistem operasi keamanan tinggi dan rutin diperbarui. "Sistem IT perbankan juga dalam 'isolated network' atau tidak terhubung ke internet secara langsung, dan dilengkapi firewall perangkat keamanan TI lainnya," katanya.

Meski begitu menurutnya kalangan perbankan tetap waspada, pasalnya serangan siber lainnya akan sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat.

"Melihat dari Ransomware WannaCry, kami analisa kemungkinan serangan serupa dari 'shadow broker' ini akan terulang dan muncul versi baru lainnnya," ujarnya.

Berdasarkan bocoran bahwa saat ini baru satu yang digunakan yaitu penyebaran Ransomware yang menyasar SMB dari OS Windows.

"Sehingga ada indikasi serangan siber lainnya bisa menyasar sistem TI perbankan, meski diharapkan kabar tersebut tidak benar," katanya.

Dalam dua pekan terakhir serangan RansomWare telah merambah di lebih 200 negara. Bahkan Kementerian Kominfo menyatakan bahwa virus siber WannaCry telah menyerang 12 institusi di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com