Kamis, 22 November 2018
Peristiwa - Daerah

Batu Lawang, Situs Megalitikum Unik Milik Bondowoso

Batu Lawang, Situs Megalitikum Unik Milik Bondowoso Situs Bethong Labheng di Desa Banyuputih Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso (Foto: Angga/TIMES Indonesia)
Kamis, 18 Mei 2017 - 11:35

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Keindahan alam, makanan khas, hasil pertanian, budaya dan sejarah adalah potensi utama Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Salah satunya adalah situs sejarah megalitikum yang cukup banyak tersebar dipenjuru Bondowoso.

Setelah situs Batu So'on (batu susun) yang begitu megah dan mirip situs stonehenge di Inggris, ada juga situs pra sejarah megalitikum lainnya yang tak kalah menarik. Yaitu Batu Pintu (Betho Labheng) atau juga terkenal dalam bahasa Jawa, Batu Lawang. Objek wisata ini melewati jalur arak-arak, tepatnya di Tomangan, Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin.

Betho Labheng ini memiliki tinggi kurang lebih 7 meter, dengan posisi batu berada di ujung tebing area kebun. Banyaknya pepohonan tua sekeliling batu membuat pengunjung seolah berada kembali ke zaman pra sejarah.

Situs megalitikum ini diberi nama Betho Labeng atau Batu Lawang karena susunan batu yang rapi menyerupai pintu. Kemegahan Betho Labheng ini berkat empat bongkah batu besar yang menyusunnya. Dua batu menjadi penyangga serta dua buah batu lainnya tepat berada di atasnya. 

Jika dilihat, batu ini seperti daun pintu karena ada celah diantaranya. 

Sebagai situs kuno, cerita rakyat juga mewarnai keberadaan betho Labheng ini. Menurut juru kunci Betho Labheng, Abdul Wafi, konon terdapat dua orang petapa yang dipercaya sebagai sesepuh desa Banyuputih. Petapa tersebut adalah KH. Abdul Asis dan KH. Abdullah yang dimana keduanya saat bertapa selalu dijaga oleh macan (Harimau).

Jurnalis : Angga Juli Setiawan
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Sukma

Komentar

Registration