Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

BNN Ingin Ada Lapas Khusus Terpidana Narkoba

Home / Peristiwa - Daerah / BNN Ingin Ada Lapas Khusus Terpidana Narkoba
BNN Ingin Ada Lapas Khusus Terpidana Narkoba Kepala BNN RI, Komjen (Pol) Budi Waseso. (Foto: Senda/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso berharap terpidana narkoba memiliki lembaga pemasyarakat (lapas) tersendiri. 

Sebab, pria yang akrab disapa Buwas ini geram dengan adanya kasus yang melibatkan terpidana narkoba dalam pengendalian jaringan, termasuk melibatkan sipir lapas itu sendiri.

"Saya usulkan ada lapas khusus narkoba di luar pulau dan ada kolam hewan predator dan piranha," kata Buwas dalam sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada 1.200 anggota TNI dan Polri di Divisi Infantri 2 Kostrad di Malang, Jawa Timur, Jumat (21/4/2017).

Buwas mengatakan keinginannya ini sedang diajukan pada pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan lapas yakni Kementerian Hukum dan HAM.

Menurutnya, gagasan ini ada sangat bagus jika direalisasikan. Karena, dengan adanya 'penjaga' non sipir ini akan membuat para terpidana sulit menghubungi pihak luar atau pun mengendalikan jaringan yang ada.

"Kolam buaya akan dibangun di ring pertama, jika masih bisa berenang dan lolos dia harus melewati kolam piranha di ring keduanya. Ini mungkin menjadi sangat efektif," tambah Buwas.

Buwas mengatakan,ide gilanya itu menjadi salah satu upaya untuk memberantas narkoba yang melibatkan aparat hukum. Hal itu disebabkan banyaknya sipir sampai kepala Lapas yang kena suap oleh narapidana kasus narkoba sehingga membuat penegakan kurang maksimal.

"Hampir 70 persen penghuni lapas narapidana narkoba, jadi memang sudah saatnya ada lapas khusus," tandasnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com