Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Kunjungan Wapres Pence Berbuah Investasi 10 Miliar Dolar AS

Home / Peristiwa - Nasional / Kunjungan Wapres Pence Berbuah Investasi 10 Miliar Dolar AS
Kunjungan Wapres Pence Berbuah Investasi 10 Miliar Dolar AS Wapres AS, Mike Pence saat ditemui Presiden Joko Widodo (Foto: setkab)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kunjungan Wakil Presiden AS, Michael Pence ke Indonesia pada 20-21 April 2017 ini membuahkan kesepakatan investasi senilai lebih dari 10 miliar dolar AS antara sektor bisnis Amerika Serikat dan Indonesia.

"Kesepakatan ini mencerminkan besarnya ketertarikan perusahaan Amerika untuk berinvestasi di Indonesia. Saya dan Presiden Trump bersyukur bahwa hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat," ucap Pence di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Sebelas kesepakatan bisnis yang ditandatangani sebagian besar meliputi bidang energi, baik minyak dan gas, maupun energi terbarukan, serta teknologi informasi.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) terbaru disaksikan langsung Wapres Jusuf Kalla dan Mike Pence, yakni antara Pertamina-ExxonMobil tentang LNG senilai 6 miliar dolar AS dan Perusahaan Listrik Negara (PLN)-Pacific Infra Capital tentang turbin pembangkit listrik di Jawa dan Bali senilai 2 miliar dolar AS.

Sementara penandatangan sembilan MoU proyek yang sudah dimulai di Indonesia disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Brian McFeeters.

Kerja sama tersebut disepakati Perusahaan listrik Negara (PLN)-Applied Materials, Jababeka Infrastructure-Greenbelt Resources, PLN-Halliburton, PT Dirgantara Indonesia-Honeywell Aerospace, TNI-Lockheed Martin, dan PT Indonesia Power, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB)-PowerPhase.

Sementara tiga MoU lain telah ditandatangani sebelumnya, yakni antara Pemerintah Daerah Samarinda, Kalimantan Timur-NextGen, PLN-Ormat, dan PLN-General Electric. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com