Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,291 • USD → IDR Beli: 13,305
  • EUR → IDR Jual: 14,951 • EUR → IDR Beli: 14,971
  • HKD → IDR Jual: 1,707 • HKD → IDR Beli: 1,709
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 9,958 • AUD → IDR Beli: 9,973
  • SGD → IDR Jual: 9,576 • SGD → IDR Beli: 9,593
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 532,000
  • Perak Jual → 10,500
  • Update Tanggal 23-05-2017

Padi Bondowoso Cocok dengan Pola Tanam Hazton dan SRI

Home / Peristiwa - Daerah / Padi Bondowoso Cocok dengan Pola Tanam Hazton dan SRI
Padi Bondowoso Cocok dengan Pola Tanam Hazton dan SRI Prof. Indah Prihartini, Staff Ahli Bidang Pertanian Bank Indonesia (Foto: SOfy/ TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Petani di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso melaksanakan panen Demplot Padi Organik dengan Metode Hazton dan SRI. 

Acara yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Karya II dengan bekerjasama dengan Bank Indonesia cabang Jember dan Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso itu mencapai hasil yang maksimal. 

Dari luas demplot yang berjumlah satu hektar, menghasilkan 6,2 ton gabah kering dengan metode hazton dan 4,2 dengan metode SRI (System Rice Intensification).

BACA JUGA: Bondowoso Panen Padi Organik

Prof. Indah Prihartini, Staff Ahli Bidang Pertanian Bank Indonesia menjelaskan, metode Hazton dan SRI merupakan metode yang masih tergolong baru dan masih di uji coba di beberapa daerah di Indonesia. Teknik menanam padi dalam metode Hazton berbeda dengan cara yang biasa digunakan petani. 

Hal yang paling berbeda dari Hazton adalah metode penanaman padi ini yang menggunakan 20-30 bibit per lubang tanam. Sedangkan SRI adalah metode tanam padi hanya menggunakan satu bibit perlubang tanam. 

Dalam sambutannya, Indah mengakui bahwa untuk varietas padi sintanur, Bondowoso adalah yang terbaik. Dengan hasil panen yang maksimal ini, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani Lombok Kulon mengingat harga padi organik yang tinggi.

Dipilihnya Bondowoso menurut Yuliarto, Manager Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM, KPW Bank Indonesia (BI) Jember, dikarenakan kawasan Bondowoso yang subur serta ketersediaan air yang cukup.

"Kawasan Bondowoso ini kan unik, juga air disini cukup banyak," jelas Yuliarto. Ia juga menambahkan, selain Bondowoso, pihaknya juga menerapkan uji coba penanaman padi menggunakan metode Hazton dan SRI di Kabupaten Lumajang dan Banyuwangi.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com