Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Dibelit Kasus, PDAM Sidoarjo Hanya Dinahkodai Satu Direksi

Home / Peristiwa - Daerah / Dibelit Kasus, PDAM Sidoarjo Hanya Dinahkodai Satu Direksi
Dibelit Kasus, PDAM Sidoarjo Hanya Dinahkodai Satu Direksi ILUSTRASI: Kantor PDAM Sidoarjo. (Foto: Surabaya News)

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo (DTS) saat ini hanya dipimpin satu orang Direksi. Hal itu terjadi setelah sebelumnya melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Sidoarjo per 30 Mei 2016 diputuskan PDAM DTS dipimpim empat Direksi melalui Penjabat Sementara (Pjs) dan saat ini hanya dijabatan Direktur utama (Dirut) yakni, Basid Lao.

Pergantian Pjs baru PDAM DTS tersebut dilakukan per 1 Januari 2017 kemarin. Basid Lao menggantikan Nur ahmad Syaifuddin yang enam bulan terakhir menjabat Pjs Dirut. Sejak enam bulan lalu, Wakil Bupati Sidoarjo itu harus merangkap jabatan sebagai Dirut PDAM.

Anehnya, jabatan Pjs PDAM DTS saat ini hanya di isi satu Direksi saja yakni Direktur Utama. Basid Lao yang sebelumnya menjabat Pjs Direktur Administrasi dan Keuangan harus merangkap Pjs Direktur Pelayanan yang saat itu dijabat Heru Firdaus dan Pjs Direktur Operasional yang dijabat Bambang Ribut Sugiatmono.

Saat dikonfirmasi, Pjs Direktur Utama Basid Lao mengaku telah menerima tugas untuk menjadi Pjs Direktur Utama melalui SK baru Bupati Sidoarjo yang menunjuk dirinya untuk menjadi Pjs Direksi yang baru menggantikan tiga Direksi lainnya.

"SK Bupati menunjuk saya sebagai Pjs Dirut, tugas saya jalankan per 1 Januari 2017, dan memang sangat berat. Walau berat karena tidak didampingi tiga Pjs Direksi lainnya tapi ini kan amanah Bupati ya harus saya emban dengan baik," terang pria yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Umum PDAM Delta Tirta ini.

Sementara itu, dihubungi terpisah Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengakui jika mulai awal Januari 2017 dirinya memang sudah tidak menjabat lagi sebagai Pjs Direktur Utama, sesuai SK Bupati Sidoarjo yang baru Pjs direksi hanya dipegang oleh Pjs Direktur Utama saja.

 “Setelah SK Bupati keluar, jabatan langsung saya serahkan ke Pak Basid. Saya berharap Pak Basid bekerja maksimal dan tetap kompak menjalin kerjasama dengan karyawan PDAM Delta Tirta, serta memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat Sidoarjo” harapnya.

Lebih jauh, Wabup menambahkan jika jabatan Pjs Direktur Utama tersebut dijabat hingga proses seleksi penentuan direksi yang definitif serta menunggu proses sidang gugatan SK Bupati terkait pemberhentian mantan tiga direksi di Pengadilan Tata Usaha N egara (PTUN).

"Untuk Direksi PDAM definitif menunggu proses seleksi dan juga menunggu hasil sidang PTUN,” pungkas pria yang akrab dipanggil Cak Nur ini.

Diketahui, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah memberhentikan empat direksi PDAM Delta Tirta yakni Direktur Utama Sugeng Mujiadi yang di berhentikan karena menjadi tersangka Kejaksaan Negeri Sidoarjo atas kasus korupsi pipanisai Sambungan Rumah yang merugikan negara hingga 2,8 miliar.

Sedangkan untuk Direktur Administrasi dan Keuangan Aris Ardiansyah, Direktur operasional Iwan Prasetya, dan Direktur pelayanan Bhima Ariesdiyanto diberhentikan Bupati karena dianggap tidak bekerja dengan baik di PDAM dan dianggap mengetahui korupsi Direktur Utama.

Setelah memecat empat Direksi itu, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah menunjuk Penjabat sementara (Pjs) untuk melaksanakan tugas empat direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Sidoarjo tersebut sesuai SK bernomor 188/691/404.1.3.2/2016, tertanggal 30 Mei 2016, Saiful Ilah menunjuk empat orang sebagai Pjs Direksi yakni, Wakil Bupati Sidoarjo Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin sebagai Pjs Direktur Utama, Abdul Basid Lao sebagai Pjs Direktur Administrasi dan Keuangan, Heru Firdaus sebagai Pjs Direktur Pelayanan dan Bambang Ribut Sugiatmono sebagai Pjs Direktur Operasional.

Mengetahui SK Pemecatan tersebut, tiga Direksi PDAM yakni Direktur Administrasi dan Keuangan Aris Ardiansyah, Direktur operasional Iwan Prasetya, dan Direktur pelayanan Bhima Ariesdiyanto menuntut SK Bupati Sidoarjo ke PTUN karena dianggap menyalahi prosedur dan melanggar Perda serta Peraturan Kemendagri.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com