Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Mahalnya Cabai karena Faktor Cuaca, Bukan Mafia

Home / Ekonomi / Mahalnya Cabai karena Faktor Cuaca, Bukan Mafia
Mahalnya Cabai karena Faktor Cuaca, Bukan Mafia ILUSTRASI: Petani cabai sedang memanen Cabai. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tingginya harga cabai beberapa pekan terakhir, dipastikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution bukan disebabkan adanya kartel, melainkan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Harga cabai saat ini memang sedang naik karena produksinya menurun akibat musim hujan," jelas Darmin saat jumpa pers di Surabaya, Sabtu (7/1/2017). 

Darmin menjelaskan, produksi tanaman cabai begitu rentan dengan intensitas air hujan yang dapat menyebabkan terserang jamur. Karenanya selama musim hujan tidak stabil, harga cabai akan terus naik-turun seperti itu.

"Berlebihan kalau menuding ada kartel dibalik seringnya kenaikan harga cabai, sebab cabai begitu mudah membusuk, jadi saya pastikan, tidak akan ada kartel yang mau menimbunnya. Tidak perlu kartel, kalau produksi cabai menurun, maka harganya akan meroket dengan sendirinya," tambahnya.

Dia mengatakan, produksi tanaman cabai sangat beda dengan bawang. "Kalau bawang, saat musimnya jelek, busuknya gak banyak. Kalau cabai, setiap musimnya jelek dia pasti anjlok," katanya.

Pemerintah akan memasok cabai dari hasil tani di daerah yang musim hujannya tidak tinggi ke daerah yang intensitas hujannya tinggi. Hal itu dilakikan sebagai solusi ditengah tingginya harga cabai saat ini. 

 "Kita tidak perlu impor cabai. Menteri perdagangan sudah mengidentifikasi rencana pendistribusian cabai dari mana mau ke mana," ungkapnya.    

Darmin menunjuk kawasan timur Indonesia intensitas hujannya tidak begitu tinggi, sehingga bisa disalurkan ke daerah lain. Namun persoalannya, di kawasan Indonesia Timur, tidak terlalu banyak petani yang menanam cabai.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com