Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017
Temu Inovasi dan Teknologi

Dukung Ketahanan Teknologi Pangan, Mr D Jadikan Beras sebagai Alat Musik

Home / Peristiwa - Daerah / Dukung Ketahanan Teknologi Pangan, Mr D Jadikan Beras sebagai Alat Musik
Dukung Ketahanan Teknologi Pangan, Mr D Jadikan Beras sebagai Alat Musik Rendi Hermawan Tawulo, Mahasiswa STPP Malang saat menggunakan beras menjadi media gendang yang dilatih oleh Mr. D untuk untuk performanya di Aula STPP Malang Jawa, Timur, (19/11/2016). (Foto: Senda Hardika/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, MALANG – Gitaris kelas dunia asal Jawa Timur, Mr D berkolaborasi bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Penyulahan Pertanian (STPP) Malang menampilkan gelaran musik menggunakan beras.

Pria bernama lengkap Dody Hernanto, ini memang selalu menampilkan inovasi dan kreatifitas dalam bermusik. Pada penampilannya di acara Seminar Nasional Pembentukan Karakter Petani Muda, di Aula STTP Malang, Sabtu (19/11/2016),‎ Mr D berkolaborasi dengan mahasiwa STTP Malang dan memainkan musik dengan beras.

Caranya, empat kantong beras, masing-masing berisi 5 kilogram beras dipukul-pukul layaknya gendang atau perkusi.  Irama yang muncul kemudian dipadukan dengan suara gitar yang dipetik Mr D. Penampilan musik beras ini mengundang decak kagum para peserta seminar.

Penggunaan media beras, sebagai alat musik menjadi inovasi terbaru Mr D yang terinspirasi dari salah hasil pertanian yang menjadi fokus STPP Malang.

Dalam penampilan ini, gitaris spesialis satu jari (one finger) melantunkan lagu Tanah Air Ku dan Gundul-Gundul Pacul dengan sangat merdu bersama mahasiswa STPP Sofia Sega, dan diiringi pula oleh Randy Tawulo sebagai penabuh beras.

"Generasi pertanian harus menguasai dunia digital untuk mempromosikan produk maupun program - programnya sehingga tidak ketinggalan jaman," kata Mr D yang juga sebagai Direktur Gawainesia Times Indonesia.

Ia juga berpesan para generasi muda pertanian yang hadir untuk memanfaatkan teknologi gawai dapat sebagai penunjang untuk pengenalan teknologi pertanian melalui kreatifitas digital.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com