Sabtu, 20 Oktober 2018
Ekonomi

Kemendag Siap Berikan Penghargaan Waralaba Indonesia

Kemendag Siap Berikan Penghargaan Waralaba Indonesia Oke Nurwan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Foto: Kemendag)
Sabtu, 19 November 2016 - 11:29

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan Penghargaan Waralaba Indonesia segera diberikan kepada para juara dan runner up pada 25 November 2016 mendatang di Jakarta Convention Center, Jakarta. 

Penghargaan bergengsi bagi bisnis waralaba ini dilakukan bertepatan dengan penyelenggaraan World Franchise Summit Indonesia 2016 yang akan dihadiri delegasi World Franchise Council (WFC) dari 26 negara. Penghargaan direncanakan diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita.

Penjurian final Penghargaan Waralaba Indonesia (PWI) telah dilaksanakan pada 7-9 November 2016 di Hotel Aryaduta, Jakarta. Proses seleksi sangat ketat dan transparan. Ke depan, parameter penjurian ini akan digunakan untuk pembinaan waralaba.

“Peserta yang terpilih telah melalui proses seleksi yang ketat dan transparan oleh tim juri independen yang ditunjuk Kemendag. Parameter penjurian akan digunakan Kemendag,” ujar Oke.

Tim juri independen beranggotakan 11 orang yaitu, Anang Sukandar (Asosiasi Franchise Indonesia/AFI); Levita Supit (Waralaba dan Lisensi Indonesia/WALI); Eko Kartiko (BRI); Konsultan Waralaba Bije Widjajanto, Pietra Sarosa, Utomo Njoto, dan Burang Riyadi; Emir Pohan (Konsultan Hukum); Yuwellis Yunis (Tenaga Ahli/Staf Khusus Dirjen Perdagangan Dalam Negeri); serta Erwin Halim dan Lim Sanny (Akademisi dari Binus University).

Pada tahap akhir ditentukan 1 finalis dan 2 runner up untuk masing-masing kategori, yaitu Waralaba Pratama, Waralaba Utama, Penerima Waralaba, Waralaba Global Indonesia, dan Waralaba Mancanegara. Kategori Waralaba Pratama yaitu usaha-usaha waralaba atau Business Opportunity (BO) yang sudah memiliki mitra usaha dengan masa operasi mitra usaha minimal 2 tahun dan gerai mitra usaha sebanyak 2-5 gerai. Kategori Waralaba Utama yaitu usaha- usaha waralaba atau BO yang sudah memiliki mitra usaha dengan masa operasi mitra usaha lebih dari 2 tahun atau jumlah gerai mitra usaha lebih dari 5 gerai.

Kategori Penerima Waralaba yaitu Penerima Waralaba Indonesia yang sudah menjalankan gerai secara aktif lebih dari 1 tahun. Kategori Waralaba Global Indonesia yaitu perusahaan Indonesia yang sudah memiliki cabang di luar negeri dengan menggunakan pola waralaba. Terakhir, kategori Waralaba Mancanegara yaitu penerima waralaba luar negeri yang sudah beroperasi di Indonesia minimal 3 tahun.

Sebelumnya, penjurian telah melalui dua tahap seleksi. Tahap awal seleksi diawali dengan sosialisasi pada Mei-Juli 2016, terutama untuk kategori Waralaba Pratama dan Waralaba Utama dimulai di delapan lokasi, yaitu Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Denpasar, Palembang, dan Banjarmasin. Tim melakukan pendataan dan menjaring pelaku usaha waralaba lokal di daerah tersebut.

“Selain di delapan kota tujuan sosialisasi, pendataan dan penjaringan juga dilakukan dengan mengirimkan brosur proses seleksi PWI ke dinas provinsi yang membidangi perdagangan di seluruh Indonesia,” jelas Oke.

Sedangkan, untuk menjaring peserta Waralaba Pratama, Waralaba Global Indonesia, dan Waralaba Mancanegara yang umumnya berada di Jakarta, peserta diundang untuk mengikuti sosialisasi di kantor Kemendag. Sementara, kategori Penerima Waralaba merupakan rekomendasi penerima waralaba dari finalis pelaku usaha kategori Waralaba Utama.

Pada seleksi tahap pertama, Tim Juri menilai kelayakan usaha para BO dan waralaba pada dua aspek, yaitu administrasi legalitas usaha dan karakteristik usaha yang layak dikembangkan menggunakan pola waralaba. Pada tahap ini telah terjaring 298 usaha BO dan waralaba, baik lokal dan mancanegara, yang akan menjadi nominasi pada seleksi tahap dua. Seleksi tahap kedua yakni berupa evaluasi dan verifikasi lapangan yang dilaksanakan pada Agustus-September 2016.

Seleksi tahap kedua dilakukan oleh 6 tenaga ahli yang ditunjuk Kemendag, yaitu Konsultan Waralaba Bije Widjajanto dari Ben WarG Consulting, Pietra Sarosa dari Sarosa Consulting Group, dan Utomo Njoto dari FT Consulting. Ada pula Tenaga Ahli/Staf Khusus Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Yuwellis Yunis; serta Akademisi dari Binus University, Erwin Halim dan Lim Sanny.

Pada tahap kedua tersebut, terjaring sebanyak 31 pelaku usaha dengan rincian 5 pelaku usaha kategori Waralaba Pratama, 10 pelaku usaha kategori Waralaba Utama, 5 pelaku usaha kategori Penerima Waralaba, 6 kategori Waralaba Global Indonesia, dan 5 pelaku usaha kategori Waralaba Mancanegara.

Tim juri telah menyeleksi peserta finalis untuk lima kategori tersebut dan akan diumumkan pemenangnya. Finalis di Kategori Waralaba Pratama adalah Bakso Alex, Bambu Spa, Jocelyns Perfume Boutique, KLINIKITA Klinik Kesehatan Indonesia, dan Yagami Ramen House.

Finalis Kategori Waralaba Utama adalah Alfamart, Apotek K-24, Bakmi Naga Resto, Coffee Toffee, Es Teler 77, Excelso, Indomaret, Martha Tilaar Salon Day Spa, Melia Laundry & Dry Cleaning, dan Nakamura The Healing Touch. Finalis Kategori Penerima Waralaba adalah Apotek K-24 Rawamangun, KaizenSetiabudi One, dan TX Travel-Kelapa Gading. Finalis Kategori Waralaba Global Indonesia adalah Alfamart, Amazy, Baba Rafi, Kaizen, Martha Tilaar Salon Day Spa, dan JCo Donut & Coffee. Terakhir, finalis kategori Waralaba Mancanegara adalah Black Canyon, Haagen Dazs, Mc@@@ Donalds, KFC, dan Roto Rooters.

Dalam penjurian final terdapat 3 finalis yang tidak hadir, yaitu Double Dipps Gorontalo dan Melia Laundry & Dry Cleaning Denpasar untuk kategori Penerima Waralaba Dalam Negeri serta Kentucky Fried Chicken untuk kategori Waralaba Mancanegara.(*)

Jurnalis : Nur Ilma Ikrimah Hz
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Ahmad Sukma
Sumber : Kemendag

Komentar

Registration