Senin, 17 Desember 2018
Gawainesia

Game Itu seperti Pisau Bermata Dua

Game Itu seperti Pisau Bermata Dua
Rabu, 20 Juli 2016 - 12:57

TIMESINDONESIA, JAKARTAGAME bisa membuat seseorang jadi terlalu fokus pada gawainya, sehingga bisa membuat orang acuh dengan sekelilingnya yang berakibat terjatuh, terluka, terserempet, atau hal buruk lainnya.

Tentu saja dengan bermain "Pokemon Go" dapat membuat seorang tersesat, bagaimana tidak? Ketika bermain hanya melihat gawai saja tanpa memperhatikan kemana kaki melangkah, tentu ini membuat orang tersesat.

Coba kita renungkan apa hanya untuk kesenangan saja kita ngegame (apa hasilnya?). Sekali lagi, hanya managemen waktu saja untuk bisa kendalikan waktu yang tepat dan tempat yang tepat.

Kalimat seperti ini, memang sudah sangat sering kita dengar. Tapi, seringkali hal ini bertabrakan dengan hal-hal yang dianggap sebagai manfaat dari penggunaan gawai.

Yang harus Anda lakukan adalah menetapkan prioritas mengenai penggunaan gawai. Bukan hanya dapat menghindari waktu yang terbuang percuma. Anda dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan yang dapat membawa manfaat untuk kehidupan dan berguna untuk orang lain.

Melarang tidak boleh main game terutama "Pokemon Go", apa ini solusi yang baik? Itu cara klasik, karena tidak pernah ada arahan bagaimana sebaiknya.

Teknologi "Pokemon Go" hanya menggabungkan pemetaan GPS dengan AR (Augmented Reality). Basis petanya justru sudah ada sebelumnya, mereka menggunakan google map lalu meramunya dengan apik.

Jurnalis : Ferry Agusta Satrio
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration