Politik

Jokowi Berulang Kali Ingatkan Parpol Berhati-hati Pilih Capres 2024

Rabu, 09 November 2022 - 13:47 | 25.18k
Jokowi Berulang Kali Ingatkan Parpol Berhati-hati Pilih Capres 2024
Presiden Jokowi. (FOTO: Setkab RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTAPresiden Jokowi (Joko Widodo) berulang kali mengingatkan partai politik dalam mengusung calon presiden di 2024 nanti. Setidaknya hal itu disampaikan Kepala Negara saat acara HUT ke-8 Partai Perindo dan juga HUT ke-58 Golkar.

"Memang hati-hati menakhodai 270 juta lebih rakyat Indonesia. Kenapa selalu saya ulang-ulang? Memang harus hati-hati jangan sembrono," katanya, Senin (8/11/2022) kemarin dikutip dari laman resmi Setkab RI.

Namun mesti begitu, Presiden Jokowi menegaskan tidak akan ikut campur dalam pemilihan presiden yang dilakukan oleh partai politik.

"Itu disiapkan oleh partai atau gabungan. Nanti yang pilih rakyat bukan saya partai atau gabungan partai yang memilih rakyat. Sehingga sekali lagi hati-hati memilih capres dan cawapres," jelasnya.

Kepala negara juga meminta agar partai politik mempertimbangkan waktu yang tepat untuk mengumumkan capres dan cawapres. Iya juga meminta partai politik menjaga situasi kondusif politik terutama di tengah keadaan global yang tak menentu ini.

"Tinggal setahun praktis. Tetapi menjaga kondusifitas politik karena tidak terdukung oleh keadaan global itu yang harus kita tahu semuanya hati-hati. Keadaan ini tidak sedang normal-normal saja," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga berharap Golkar tak akan sembrono memilih capres yang akan diusungnya di 2024 nanti. Ia mengatakan, Golkar adalah partai yang sudah matang. Oleh karenanya, ia pun yakin partai yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto itu tak akan asal memilih Capres untuk 2024 nanti.

"Saya yakin Golkar akan dengan cermat, dengan teliti akan dengan hati-hati, tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden dan calon wakil presiden 2024," kata suami dari Iriana tersebut.

Ia pun menyarankan agar Golkar memilih calon presiden yang punyak jam terbang yang tinggi. Apalagi lanjut dia, situasi dunia yang saat ini penuh dengan ketidakpastian.

Presiden Jokowi pun memberikan contoh saat ini banyak negara yang mengalami krisis dan menjadi 'pasien' Dan Moneter Internasional atau IMF.

"Sekarang yang sudah masuk pasien IMP itu ada 14 negara. Sudah masuk jadi pasien. Dan 28 negara lagi sudah antre di depan pintunya IMF. Diperkirakan akan muncul angka nanti 66 negara. Oleh sebab itu, betul-betul pemimpin ke depan ini harus kita pilih yang memiliki jam terbang yang tinggi," jelasnya.

"Dalam pembangunan sebuah negara penting sekali yang namanya stabilitas politik. Kita juga butuh stabilitas keamanan. Apalagi dalam situasi dunia yang sulit, sulit dihitung, sulit dikalkulasi, sulit diprediksi," ujarnya.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai, harapan Presiden Jokowi itu tentu sangat normatif. Sebab, untuk memimpin Indonesia diperlukan sosok capres dan cawapres yang mumpung dan berintegritas.

"Kalau capres dan cawapresnya asal pilih, tentu akan sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI. Berbahaya juga untuk kelanjutan pembangun di tanah air," katanya kepada TIMES Indonesia.

Karena itu, lanjut dia, ungkapan Presiden Jokowi itu tidak dimaksudkan untuk menyindir capres yang sudah diusung partai lain. 

Seperti yang diketahui, NasDem kemarin sudah resmi mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Sedangkan Gerindra juga sudah sah mengusung Prabowo Subianto.

"Jokowi tentunya tidak akan nyinyir atas pilihan capres dari partai lain. Sebab, bukan kapasitas presiden untuk nyanyi, apalagi mengintervensi capres yang akan diusung partai lain," jelasnya.

Ia memandang, Presiden Jokowi menyampaikan hal semata untuk mengingatkan ke Golkar atau politik yang lain sebagai partai pendukung pemerintah. "Jokowi ingin Golkar menyiapkan capres dan cawapres yang dapat melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukannya," jelasnya.

"Tampaknya Jokowi percaya kepada Golkar untuk melanjutkan pembangunan yang dilakukan. Dengan begitu, sepeninggal Jokòwi nantinya tidak ada pembangunan yang mangkat hanya karena tidak sejalan dengannya," ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES