Politik

BEM STAINU-Fatayat NU Kota Madiun Gelar Diskusi Publik Bahas Peran Generasi Muda dalam Pemilu

Senin, 07 November 2022 - 05:37 | 32.90k
BEM STAINU-Fatayat NU Kota Madiun Gelar Diskusi Publik Bahas Peran Generasi Muda dalam Pemilu
Direktur TIMES Indonesia, Bambang H Irwanto saat memaparkan materi dalam diskusi publik tentang peran generasi muda dalam pemilu untuk meningkatkan kualitas demokrasi. (Foto: Yusuf/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MADIUN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Madiun bersama PC Fatayat NU Kota Madiun, Jawa Timur menggelar diskusi publik membahas kualitas demokrasi. Diskusi yang bertempat di Warung Good Father Manisrejo, Kota Madiun membahas tema  Membangun Kesadaran Generasi Muda dalam Mengawal Kualitas Demokrasi diikuti puluhan aktivis dan perwakilan BEM dari beberapa kampus, digelar Minggu malam (6/11/2022). 

Rokhani Hidayat, Anggora KPU Kota Madiun Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia menjelaskan, ada banyak fenomena untuk pemilih pemula dan generasi muda saat pemilu.

Misalnya, ada kecenderungan  generasi muda yang persentasenya tinggi, tapi tingkat pemahaman soal politik dan masih minim.

"Pemilih pemula dari generasi muda itu tinggi, tapi banyak yang belum melek politik atau pengetahuannya tentang pemilu masih kurang," katanya. 

Anggota-KPU-Kota-Madiun-Rokhani-Hidayat.jpgAnggota KPU Kota Madiun Rokhani Hidayat saat menjelaskan tahapan Pemilu 2024 kepada para peserta diskusi publik yang digelar BEM STAINU-PC Fatayat NU Kota Madiun. (Foto: Yusuf/TIMES Indonesia)

Rokhani menambahkan, perlu adanya aksi nyata generasi muda, misalnya ikut serta dalam kelembagaan penyelenggara pemilu hingga  membuat sebuah gerakan seperti anti politik uang atau money politics. Hal ini sebagai upaya menciptakan pemilu yang lebih berkualitas sehingga 2024 nanti kesadaran generasi muda lebih meningkat. 

Anggota KPU yang hadir dalam diskusi tersebut, banyak membeberkan teknis pemiku 2024 mendatang. Hal ini dimaksudkan generasi muda lebih mengetahui tahapan penyelenggaraan pemilu dan harapannya bersedia ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara, Direktur TIMES Indonesia Bambang H Irwanto yang menjadi nara sumber menegaskan, generasi muda harus memiliki kesadaran untuk terlibat aktif dalam demokrasi, salah satunya saat pemilum. Mulai menjadi pemilih yang cerdas, ikut sebagai penyelenggara, maupun terlibat dalam pengawasan partisipatif.

"Membentuk kesadaran generasi muda perlu terus dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahun tentang pemilu, menjadi pemilih cerdas, keterlibatan dalam lembaga pelaksana pemilu di semua tingkatan, menjadi kader yang mau ikut sosialisasi dan terlibat dalam pengawasan partisipatif," paparnya.

Dengan demikian, kata Bambang, keterlibatan generasi muda akan ikut menentukan tingkat kualitas pemilu. Selain terwujudnya kualitas demokrasi, outputnya adalah pemimpin yang memiliki integritas tinggi dan legitimate. 

BEM-STAINU-Fatayat-NU-Kota-Madiun.jpg

"Kualitas pemilu dan demokrasi salah satunya ada di tangan generasi muda. Keterlibatan aktif generasi muda dalam pemilu, akan melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat. Generasi muda harus mau peduli dan bersedia ambil posisi," jelasnya.

Ketua BEM STAINU Madiun, Agil Prasetyo menjelaskan, diskusi digelar sebagai kepedulian pihaknya ikut andil membangun kesadaran generasi muda terlibat dalam pemilu.

"Pengetahuan mumpuni generasi muda tentang pemilu akan menumbuhlan kesadaran ikut sosialisasi kepada masyarakat, juga membangkitkan semangat agar terlibat langsung dalam prosesnya. Generasi muda dengan semangatnya yang tinggi, kami yakin membawa energi meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi," paparnya usai diskusi publik yang digelar BEM STAINU Madiun dan PC Fatayat NU Kota Madiun. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES