Peristiwa Nasional

Ridwan Kamil: Korban Meninggal Gempa Cianjur 162 Orang, Mayoritas Anak-anak

Senin, 21 November 2022 - 23:32 | 15.63k
Ridwan Kamil: Korban Meninggal Gempa Cianjur 162 Orang, Mayoritas Anak-anak
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat konferensi pers di Pendopo Bupati Cianjur, Senin (21/11/2022) malam. (Foto: Ss video Iwa/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, CIANJUR – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar konferensi pers gempa Cianjur, di Pendopo Bupati Cianjur terkait dampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jabar, Senin (21/11/2022) malam.

Konferensi pers digelar setelah rapat kordinasi Gubernur Jabar dengan Muspida Cianjur dan stakeholder terkait, di Pendopo Bupati Cianjur, untuk memudahkan penanganan bencana gempa bumi Cianjur yang terjadi sekitar pukul 13.20 WIB.

Gubernur Jabar mengatakan, rata-rata dari testimoni warga, gempa sebenarnya tidak berlangsung lama, hanya sekitar 30 detik. Namun dampaknya cukup luar biasa, terutama di Kecamatan Cugenang yang terdekat dengan pusat gempa di kedalaman 10 kilometer.

"Gempanya 5,6 Skala Richter, sebenarnya skala sedang, tapi daya rusaknya memang luar biasa," ujar gubernur saat konferensi pers.

"Tercatat di Call Center BPBD Cianjur sampai pukul 20.00 WIB, ada 162 yang meninggal dunia. Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak-anak. Saya prihatin juga karena pada saat gempa terjadi, anak-anak banyak yang sedang belajar di madrasah maupun sekolah umum," lanjut Ridwan Kamil.

Ridwan-Kamil-2.jpg

Korban lainnya 326 luka-luka yang mayoritas mengalami patah tulang dan luka-luka karena tertimpa reruntuhan material bangunan.

Ridwan menyebut ada sebanyak 13.784 pengungsi yang disebar di 14 titik pengungsian. Rumah rusak dari skala 60 persen sampai hampir 100 persen kerusakannya. Kurang lebih ada 2.345 unit rumah yang hancur.

Dari insfrastrukur, ada tiga lokasi jalan nasional dan jalan kabupaten yang sempat terisolir, tapi sudah kembali normal. Ada sekitar 5 mobil yang terperangkap akibat terisolirnya jalan.

Listrik padam mayoritas dari tiga gardu induk, ada dua gardu terkendala. "Baru hampir 20 persen yang bisa hidup lagi listriknya sampai malam ini. Jadi, mohon maaf PLN akan bekerja keras memperbaiki dalam waktu tiga harian untuk kembali normal, mudah-mudahan bisa lebih cepat," ucap Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil. 

Infrastruktur air juga terkendala karena pipa-pipa PDAM banyak bergeser jauh, sehingga dalam seminggu ke depan air akan terbatas.

"Kita sudah siapkan solusinya nanti, air di berbagai titik yang akan kita perbantukan dari sumber-sumber air dari Sukabumi bahkan sampai di Kota Bandung juga kita minta," kata Kang Emil.

Sementara dari tiga rumah sakit yang ada di Cianjur malam ini melakukan tindakan semaksimal mungkin, agar tidak ada korban terdampak gempa yang bergeletakan di luar, karena akan dievakuasi ke rumah sakit-rumah sakit Sukabumi dan maksimal ke arah Bandung Cimahi.

"Di beberapa titik lokasi karena cuaca gelap, lampu mati, akses terputus, diduga masih ada warga-warga yang hilang dan terperangkap oleh longsor, sehingga kami menduga kelihatannya jumlah korban akan terus bertambah dalam hitungan waktu, pada saat nanti kita melakukan tindakan evakuasi," ungkap Kang Emil.

Seluruh perangkat evakuasi sudah berdatangan, pasukan TNI Polri juga sudah disiapkan, dapur umum juga disiapkan yang akan dihadirkan di 14 titik sesuai titik pengungsian. 

"Saya mengapresiasi juga Basarnas, tim sudah datang helikopter untuk evakuasi juga sudah datang. Jadi rencana aksi evakuasi mulai matahari muncul besok pagi. Kita akan lakukan secepatnya sambil berharap survivor-survivor masih bisa kita temukan dengan kerja-kerja kita," ujar Kang Emil. 

Kemudian ada ratusan relawan dari Jawa Barat berdatangan dengan spek ahli SAR, 90-an paramedis, 30-an dokter bedah dari asosiasi kedokteran. Oksigen dan jumlah tenda juga sudah memadai. 

Ridwan Kamil menegaskan Posko Kebencanaan akan dipusatkan satu pintu di Pendopo Bupati Cianjur. Sehingga semua pertanyaan satu pintu ditujukan ke ketua posko atau Sekda Cianjur sebagai Kepala BPBD Cianjur.

"Saya minta media juga disiplin meminta informasi supaya tidak simpang siur terutama urusan data," pesan Ridwan.

Ia pun meminta media menyampaikan kepada warga agar tetap tenang dan negara hadir.  "Bahkan kami sudah memerintahkan aparat-aparat untuk hadir di pemakaman di seratusan lebih korban meninggal tadi, sebagai simpati kita negara hadir dalam musibah yang menimpa warga Cianjur," ujar Kang Emil.

Terakhir, pesan gubernur, kepada warga yang atau masyarakat yang tidak berkepentingan mohon tidak menjadikan lokasi kebencanaan sebagai tontonan.

"Biarkan pada ahli, relawan yang sudah ditunjuk untuk bekerja secepat-cepatnya menyelamatkan kemanusiaan. Presiden juga insya Allah diberitakan mungkin akan hadir di hari Rabu. Besok kemungkinan Menteri PMK juga hadir. Intinya negara hadir ke masyarakat Cianjur yang terdampak gempa Cianjur," ucap Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES