Peristiwa Nasional Muktamar 48 Muhammadiyah

Haedar Nashir-Abdul Mu'ti Memimpin Muhammadiyah Lagi, Din Syamsuddin Beri Komentar 

Senin, 21 November 2022 - 16:21 | 11.64k
Haedar Nashir-Abdul Mu'ti Memimpin Muhammadiyah Lagi, Din Syamsuddin Beri Komentar 
Din Syamsuddin mengapresiasi Muktamar ke-48 Muhammadiyah Solo berjalan dengan lancar dan damai.(Liputan6.com/Faizal Fanani)
FOKUS

Muktamar 48 Muhammadiyah

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Din Syamsuddin mengapresiasi Muktamar ke-48 Muhammadiyah Solo berjalan dengan lancar dan damai. Hasilnya pun kata dia adalah keinginan masyarakat perserikatan.

"Alhamdulillah Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah telah berlangsung lancar secara bermarwah dan bermartabat menghasilkan keputusan-keputusan yang bernas untuk kemajuan organisasi pada masa mendatang," katanya dalam keterangan tertulis kepada TIMES Indonesia, Senin (21/11/2022).

Ia juga mengatakan, terpilihnya 13 anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah merupakan hasil maksimal yang bisa diisepakati 2000 lebih Muktamirun. 

"Walaupun masih banyak wajah lama, tapi komposisi tim 13 secara relatif menampilkan keseimbangan antara yang lama dan yang baru, yang tua dan yang tua," jelasnya.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu juga mengatakan, secara khusus terpilihnya Haedar Nasir dan Abdul Mu'ti, masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum, juga merupakan kesepakatan ideal.

"Keduanya telah berhasil pada periode lalu memajukan Persyarikatan, dan kini ditantang untuk semakin memajukannya lagi. Keduanya mumpuni dan serasi untuk menjadi pilot dan co-pilot pesawat besar Muhammadiyah untuk terbang memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta," jelasnya.

Yang penting, lanjut mantan Ketum PP Muhammadiyah itu, selain itu adalah komposisi PP Muhammadiyah harus memungkinkan gerak organisasi lebih dinamis, responsif, dan progresif atau berkemajuan.

Hadapi Tantangan Berat

Din Syamsuddin menjelaskan, kepemimpinan pusat Muhammadiyah periode ke depan menghadapi tantangan berat. Terutama dengan agenda demokrasi Indonesia pada 2024. 

Walaupun sudah ada Khittah Politik bahwa Muhammadiyah tidak memiliki hubungan struktural-organisatoris serta tidak berafiliasi dengan partai politik manapun, namun lanjut dia, terhadap tarikan politik yang kuat dari berbagai kelompok kepentingan politik, tidaklah mudah bagi Muhammadiyah untuk berkelit. 

"Dalam kaitan itulah kepemimpinan Muhammadiyah dituntut utk beristiqamah. Pendekatan terakhir untuk menjaga kedekatan yang sama dengan berbagai kekuatan politik belumlah cukup. Pendekatan itu masih perlu diikat dengan keteguhan pada prinsip untuk menjalankan politik tinggi," jelasnya.

"Tersisa bagi segenap warga Muhammadiyah utk menyatakan sami'na wa atho'na dan siap mendukung dan membantu pucuk Pimpinan Organisasi, sambil mengawal dan mengawasinya mengemban amanat," ujarnya.

Sebelumnya, Haedar Nashir terpilih kembali menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027 dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah Solo.

Hal itu diumumkan langsung oleh Ketua Panitia Pemilihan Muktamar Muhammadiyah, Dahlan Rais di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (20/11/2022) kemarin.

"Hasil dari rapat memutuskan ketua umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027 Prof Haedar Nashir. Dan memutuskan sekretaris Umum Abdul Mu'ti," ujarnya.

Sebelumnya, setelah melakukan e-Voting di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), ada 13 nama yang ke luar menjadi pimpinan pusat Muhammadiyah. Berikut hasil nama dan suara 13 Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diperoleh di Muktamar ke-48 Muhammadiyah Solo:

Haedar Nashir 2203

Abdul Mu'ti 2159

Anwar Abbas 1820

Busyro Muqoddas 1778

Hilman Latief 1675

Muhadjir Effendy 1598

Syamsul Anwar 1494

Agung Danarto 1489

Saad Ibrahim 1333

Syafiq A Mughni 1152

Dadang Kahmad 1119

Ahmad Dahlan Rais 1080 

Irwan Akib 1001

Menjalankan Program Transformatif

"Saya sebagai ketum posisinya hanya sejengkal didepankan dan seiinci ditinggikan tetapi pada intinya tetap pada kolektif kolegial dan sesuai sistem Persyarikatan," kata Haedar Nashir kepada wartawan.

Haedar menyampaikan kedepannya kepemimpinan terpilih akan menjalankan program yang arahnya lebih transformatif baik untuk program secara umum maupun bidang-bidang yang arahnya pada unggul berkemajuan terhadap segala aspek.

"Kami mensosialisasikan dan menjadikan pandangan Islam berkemajuan dalam Risalah Islam berkemajuan yang telah ditetapkan untuk mendialogkan kepada berbagai kalangan di dalam dan luar negeri agar menjadi alam pikiran yang semakin luas dan terintegrasi dengan baik di Persyarikatan," kata Haedar.

Selain itu, PP Muhammadiyah juga memiliki mandat untuk terus mendiskusikan mengenai isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal dan menjadi masukan penting di berbagai bidang. 

Haedar juga menyampaikan bahwa kepemimpinan Muhammadiyah ini satu mata rantai terstruktur dengan PDM, PCM, dan PCIM maka kepemimpinan kami harus mampu memobilisasi seluruh gerak kepemimpinan secara nasional yang isetelah muktamar ini akan diikuti oleh seluruh musyawarah baik ranting, cabang, daerah, wilayah. 

"Itu memberi peluang untuk bersama-sama secara nasional untuk menjalankan program sesuai keputusan muktamar ini," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang juga dikomentari oleh Din Syamsuddin. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES