Peristiwa Nasional Muktamar 48 Muhammadiyah

Tantri Hingga Letto Sukses Meriahkan Malam Mangayubagyo Muktamar ke-48 Muhammadiyah 

Sabtu, 19 November 2022 - 09:12 | 16.25k
Tantri Hingga Letto Sukses Meriahkan Malam Mangayubagyo Muktamar ke-48 Muhammadiyah 
Tantri dan Letto foto bersama saat mengisi malang Mangayubagyo di Muktamar ke-48 Muhammadiyah Solo. FOTO: screenshot ig @tantrisyalindri
FOKUS

Muktamar 48 Muhammadiyah

TIMESINDONESIA, SOLO – Peserta dan penggembira Muktamar ke-48 Muhammadiyah dihibur melalui Malam Mangayubagyo, Jumat (19/11/2022) malam. 

Acara hiburan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Ketua PWM Jateng Tafsir.

Dalam sambutannya Rektor UMS, Prof Sofyan Anif menyebut malam mangayubagyo sebagai ajang berkumpul seluruh muktamirin dan muktamirot. Ia bangga karena acara malam mangayubagyo digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. 

tantri-KOtak.jpg

"Ini merupakan kebanggan bagi kami," tegasnya. Ia berharap semua peserta dan penggembira muktamar dapat berbahagia dalam malam mangayubagyo, sehingga pulang nanti dapat membawa kenangan yang manis.

Acara Malam Mangayubagyo makin meriah dengan penampilan spesial oleh Tantri Kotak. Arda Naff dan Letto. 

Selain itu, penitia juga menghadirkan grup keroncong senagai penampilan musik Kota Solo yang khas.

Acara Malam Mangayubagyo yang akan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Qori’ Ustadz Wildan Zulfikar dari Klaten dan Paduan Suara Mahasiswa Voca Al-Kindi UMS ini akan dipuncaki dengan penampilan group band asal Yogyakarta, Letto, dan Tantri Kotak dari Ibu Kota.

Untuk penampilan kali ini, Letto Band yang dipimpin Noe Sabrang Mawa Damar Panuluh secara khusus telah mempersiapkan komposisi dan arransement musik bernuansa Jawa, mengkolaborasikan musik modern (band) dan Gamelan Gayam-16 Yogyakarta dengan sangat apik dan padu.

Istimewanya, dalam acara Malam Mangayubagyo yang merupakan rangkaian Muktamar ke-48 Muhammadiyah juga ada agenda penyerahan Anugerah Kebudayaan kepada 3 maestro keroncong dari Solo, yakni Gesang Martohartono (alm.), Hj. Waldjinah, dan Didi Kempot (alm.). Ketiganya dipandang telah berkontribusi besar bagi perkembangan musik keroncong hingga mendunia dan layak mendapatkan apresiasi dari Muhammadiyah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES