Peristiwa Nasional

Fadel Muhammad: Hasil Penelitian Universitas Banyak yang Belum Dimanfaatkan

Selasa, 27 September 2022 - 17:30 | 28.01k
Fadel Muhammad: Hasil Penelitian Universitas Banyak yang Belum Dimanfaatkan
Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Tetap Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (27/9/2022). (foto: Dok Universitas Negeri Gorontalo)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad berharap, kerja sama pemerintah daerah dengan  perguruan tinggi harus terus ditingkatkan. Karena perguruan tinggi memiliki banyak kerangka ilmiah, terkait upaya-upaya pengembangan ekonomi dan kemajuan masyarakat.

Fadel Muhammad mengatakan, saat ini masih  banyak hasil penelitian di kampus yang belum dimanfaatkan, dan hanya disimpan  di rak-rak buku, belum memberi peran apapun baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. 

"Stop kebiasaan itu. Sangat disayangkan   jika hasil-hasil penelitian, terus dibiarkan saja dan  tidak memberi manfaat. Termasuk yang ada di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini," kata Fadel Muhammad menambahkan. 

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR usai menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Tetap Universitas Negeri Gorontalo. Ada tiga guru besar yang dikukuhkan pada acara tersebut. Ketiganya adalah, Prof. Dr. Amir Halid, SE, M. Si, Prof. Dr. Fahrudin Zain Olilungo, SE, M. Si., serta Prof. Dr. Rieny Sulistijowati S, S. Pi., M. Si. Acara tersebut berlangsung di ball room Hotel Damhil UNG, Selasa (27/9/2022). 

Pada prosesi pengukuhan, ketiga guru besar berkesempatan menyampaikan orasi ilmiahnya masing-masing. Prof. Dr. Amir Halid, SE, M. Si,  menyampaikan pidato ilmiah berjudul Kebijakan Penyesuaian Harga Bahan Bakar Minyak, "Proyeksi Terhadap Perekonomian Nasional Jangka Pendek". Prof. Dr. Fahrudin Zain Olilungo, SE, M. Si menyampaikan pidato ilmiah berjudul Kutub Pertumbuhan Dalam Perencanaan Pembangunan. Sedang pidato ilmiah yang disampaikan Prof. Dr. Rieny Sulistijowati S, S. Pi., M. Si berjudul  Pengembangan Kitosan Crustacea Flavonoid  Buah Mangrove dan Bakteri Kitinolitik, Sebagai Kemasan Aktif Dan Kitinase Masa Depan. 

Pada kesempatan, itu Fadel Muhamad mengapresiasi perkembangan yang dicapai UNG, khususnya selama tiga tahun terakhir kepemimpinan rektor UNG Dr. Eduart Wolok ST, MT. Pada 2004, saat pertama berdiri, kata Fadel UNG hanya memiliki 4 guru besar.

Fadel-Muhammad-1.jpg

Kini, setelah berusia 18 tahun jumlah guru besarnya bertambah sangat pesat menjadi 44 orang guru besar. Bahkan, dalam waktu dekat, jumlah tersebut dipastikan akan bertambah, karena ada 15 calon guru besar yang  masih dalam proses. Karena itu Fadel yakin jumlah penelitian, karya ilmiah dan jurnal ilmiah yang dihasilkan UNG sangat besar dan itu belum terlalu banyak dimanfaatkan. 

"Untuk menghasilkan riset dan penelitian ilmiah, itu biayanya tidak kecil. Perlu dimanfaatkan lebih besar agar tidak mubazir dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat serta  kemajuan  daerah," kata Fadel menambahkan. 

Fadel juga menghimbau agar pemerintah bisa lebih terbuka untuk mendengar dan menampung hasil penelitian dari perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan.  Agar, kedua belah pihak bisa saling berkontribusi dalam pengembangan masyarakat dan daerah.

Kehadiran Fadel Muhammad pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Tetap Universitas Negeri Gorontalo, itu disambut penuh hangat. Maklum, selama ini Fadel Muhammad tercatat sebagai salah satu inisiator pendiri Universitas Negeri Gorontalo yang sebelumnya bernama IKIP Gorontalo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES