Peristiwa Internasional

Polisi Turki Tangkap Bomber Wanita dengan Mawar Merah

Senin, 14 November 2022 - 21:37 | 17.51k
Polisi Turki Tangkap Bomber Wanita dengan Mawar Merah
Inilah sosok wanita, Ahlam Albashir bomber dengan bunga mawar merah ditangannya masih terborgol setelah ditangkap polisi. (FOTO: The Sun)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Setidaknya 22 orang telah diinterogasi, dan seorang wanita ditangkap, menyusul pemboman di area pedestrian Istiklal Avenue, pusat kota Istanbul, Turki yang menewaskan enam orang dan melukai 81 lainnya.

Di antara 22 orang ada seorang wanita, Ahlam Albashir, yang diduga sebagai pelaku penanam bom di salah satu tempat di tempat kejadian.

Wanita itu, dengan hoodie ungu terlihat ditangkap dan kemudian diborgol dan digiring ke kantor polisi, diikuti oleh tersangka lainnya.

Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu mengatakan, Senin (14/11/2022), bahwa dugaan awal menunjukkan bahwa militan Kurdi bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.

Area pedestrian Istiklal Avenue adalah jalan raya yang populer yang selalu ramai dengan pejalan kaki, toko-toko dan restoran yang mengarah ke Taksim Square yang ikonik.

"Beberapa saat yang lalu, orang yang meninggalkan bom itu ditahan oleh tim Departemen Kepolisian Istanbul kami," kata  Suleyman Soylu seperti dikutip Anadolu Agency. Namun dia tidak mengidentifikasi tersangka namun mengatakan 21 orang lainnya telah ditahan untuk diinterogasi.

Menteri Dalam Negeri juga mengatakan, bukti yang diperoleh menunjuk ke Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK, dan perpanjangan Suriahnya, PYD.

Wanita, tersangka bom Istanbul yang ditangkap dan langsung dijebloskan ke dalam tahanan itu terekam  di cctv melarikan diri sambil membawa setangkai mawar merah dari tempat kejadian beberapa saat sebelum bom itu meledak 

"Orang yang meletakkan bom ditahan oleh Direktorat Jenderal Keamanan kami," kata Soylu kepada TRT Haber .

Tidak jelas apakah tersangka yang terlihat ditahan itu adalah orang yang sama yang terlihat membawa mawar merah.

Berita TV menunjukkan gambar seseorang, yang tampaknya seperti seorang wanita, meninggalkan sebuah paket di bawah tempat duduk penuh bunga yang ditinggikan di jalan bersejarah, tempat yang populer bagi pembeli dan turis.

Tersangka-Bom-2.jpgDengan mengenakan seragam army, memegang setangkai mawar merah, Ahlam Albashir terekam CCTV kabur beberapa saat setelah bom meledak di Istiklal Avenue.(FOTO: The Sun)

Ratusan orang melarikan diri dari jalan setelah ledakan pada hari Minggu itu dan beberapa saat kemudian  ambulans dan polisi berdatangan.

Gambar mengerikan menunjukkan mayat berserakan di Istiklal Avenue, pusat perbelanjaan utama Istanbul dekat Taksim Square dan di antara yang tewas adalah seorang gadis muda dan ayahnya.

Salah seorang korban yang selamat, Massimo D'Angelo, 30, asal Italia masih teringat bagaimana saat bom itu meledak.

"Saya bersama rekan-rekan dan teman sekelas saya, kami pergi ke museum dan memutuskan untuk minum kopi," kata pria yang sedang belajar di Universitas Loughborough ini kepada The Mirror.

"Kami berjalan dari Lapangan Taksim ke Galata dan harus menyeberang Istiklal. Tiba-tiba kami mendengar beberapa kali dentuman dan kemudian hening. Saya pikir semua orang mengambil beberapa detik untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Saya pikir ini penembakan massal," katanya.

"Tapi kemudian saya bisa mencium apa yang saya pikir adalah bubuk mesiu. Baunya seperti ada yang gosong tapi aneh banget, saya ingat betul dengan baunya," kata Massimo D'Angelo.

Soylu mengatakan dia menduga bom itu adalah pekerjaan kelompok separatis Kurdi PKK dan berjanji akan memberikan tanggapan keras.

Dia berkata: "Mereka yang menyebabkan kita kesakitan ini dapat mengalami lebih banyak lagi rasa sakit."

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Sebelumnya, Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay mengatakan: "Kami percaya bahwa itu adalah tindakan teroris yang dilakukan oleh seorang penyerang, yang kami anggap seorang wanita, yang meledakkan bom".

Gambar CCTV dilaporkan merekam seorang wanita duduk di bangku dengan bunga mawar merah di tangannya selama 45 menit dan meninggalkan tas sesaat sebelum ledakan terjadi di pedestrian Istiklal Avenue, Istanbum Turki. (*)

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES