Peristiwa Daerah

Zamrud Khatulistiwa, Busana Cantik dari Limbah Kain Perca

Kamis, 24 November 2022 - 09:23 | 16.70k
Zamrud Khatulistiwa, Busana Cantik dari Limbah Kain Perca
Catur Setyaningsih dan Riska Shendy, juara satu lomba fashion show di Hubdam V Brawijaya dalam peringatan HUT HUBAD ke-77 pada Rabu, (23/11/2022) (Foto: Laela Rohadatul Aisy/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Lomba fashion show yang digelar di Hubdam V Brawijaya dalam peringatan HUT ke-77 HUBAD, pada Rabu, (23/11/2022) menjadi ajang kreasi para ibu-ibu Persit dalam membuat busana daur ulang dari limbah kain perca. Salah satunya adalah busana Zamrud Khatulistiwa yang menjadi pemenang lomba.

Busana Zamrud Khatulistiwa adalah karya Catur Setyaningsih dan dibawakan oleh Persit muda cantik bernama Riska Shendy. Catur bercerita, ide awalnya tema busana tersebut berasal dari kain sisa yang ia punya mulai kain sisa dari Madura, kain sisa dari Banjarnegara, dan kain sisa dari Dayak.

“Busana ini terinspirasi saat melihat motif kain Dayak yang terdapat pohon batang garing yang berarti pohon kehidupan. Kemudian, adanya motif tameng. Disini saya coba terobosan baru yang biasanya tenun terbuat dari benang, tapi saya membuat tenun ini dari kain perca. Jadi saya potong potong kemudian disambung memanjang untuk membentuk tenun dahulu dilanjut dengan membuat motifnya,” ujarnya.

Catur menambahkan makna tema yang diusungnya yakni mulai dari batik warna hijau dari Madura yang berarti kembali ke kehidupan dan semesta alam beserta isinya yang indah, yang juga selaras dengan motif batang garing dari kain batik dayak yang berwarna merah memiliki makna keberanian. Selain itu ia mengambil motif tameng yang memiliki arti kekuatan. Dari motif dan warna kain tersebut disimpulkan makna Zamrud Khatulistiwa yaitu harus adanya keberanian dalam menunjukkan kelebihan yang dimiliki oleh setiap individu. Ini semua diselaraskan dengan alam agar sebagai manusia terus termotivasi namun harus memiliki keselarasan antara kehidupan, kekuatan, dan kemampuan yang dimiliki.

pemenang-HUT-Hubad.jpgDari kiri ke ke kanan; Juara 1. Juara 2. Dan juara 3 Lomba Fashion dn Desain Busana Daur Ulang Kain Percah Tema Wastra Nusantara dalam Peringatan HUT ke 77 Hubdam di Aula Hubdam V Brawijaya Malang 21/11/22.

Sementara itu, desain yang ditampilkan dalam baju ini berbentuk blazer batik yang dipadukan celana hitam, dengan aksesoris ikat kepala dan bulu kipas  menjadi pemanis dalam penampilan di fashion show tersebut. Tak hanya itu, variasi potongan pada bagian leher yang sedikit timbul membentuk segitiga ini, tak lain sebagai pengganti aksesoris kalung agar tidak terlihat polos.

Catur mengatakan untuk busana yang dipakai di suatu acara dengan busana yang digunakan sehari-hari harus adanya perbedaan. Untuk itu, ia membuat busana yang unik dengan perpaduan warna yang berani.

Dalam hasil karyanya ini, Catur menuturkan mulai dari awal pemilihan bahan hingga proses pembuatan membutuhkan waktu tiga hari. Ia juga mengungkapkan rasa senang dan syukur akan kemenangan yang diperoleh dari lomba fashion show tersebut.

“Alhamdulillah, senang dan lega bercampur jadi satu saat dinyatakan sebagai juara satu dalam lomba fashion show ini,” lanjutnya.

Catur berharap kreativitas ibu ibu muda patut untuk disalurkan. Ia menyampaikan apabila suatu kreativitas seperti menjahit ataupun mendesain baju dikembangkan, maka bisa menjadikan pendapatan untuk ibu-ibu khususnya ibu rumah tangga. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES