Peristiwa Daerah

PCNU Banyuwangi - Universitas Brawijaya Bersinergi Ciptakan SDM Unggul

Rabu, 23 November 2022 - 22:47 | 17.11k
PCNU Banyuwangi - Universitas Brawijaya Bersinergi Ciptakan SDM Unggul
Suasana diskusi PCNU Banyuwangi dengan akademisi Universitas Brawijaya terkait dengan sinergritas program antar lembaga di Aula Kantor PCNU Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dalam rangka menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan tangguh menghadapi tantangan zaman ke depan, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi (PCNU Banyuwangi) gandeng Universitas Brawijaya Malang (UB).

Dalam menyambut satu abad NU yang akan jatuh pada Februari 2023, PCNU Banyuwangi mempunyai dua fokus besar yakni, program 100 kampung NU dan upaya perguruan tinggi NU di Bumi Blambangan.

Selain itu, NU Banyuwangi secara aktif terus berupaya komitmen dalam pembangunan sumberdaya manusia untuk menciptakan Indonesia masa depan yang tangguh. 

Karena itu, PCNU Banyuwangi berharap agar Universitas Brawijaya bisa mendukung dua agenda penting tersebut.

"UB adalah perguruan tinggi besar. Dan tentunya mempunyai sumber daya yang tidak diragukan lagi untuk mendukung program-program di masyrakat, khususnya NU di Banyuwangi," Kata Ketua PCNU Banyuwangi, KH Moh Ali Makki Zaini atau biasa dipanggil Gus Makki, saat diskusi dengan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UB, Prof. Luchman Hakim, S.Si., MAgrSc., Ph.d, Rabu, (23/11/2022).

Menanggapi hal itu, pihak UB siap bekerjasama dan mendukung dua fokus program PCNU Banyuwangi.

"Tentunya Universitas Brawijaya akan mendukung sepenuhnya dan siap bekerjasama terkait dengan rintisan perguruan tinggi NU di Banyuwangi," ujar Luchman.

Luchman-Hakim.jpgKepala LPPM UB, Prof. Luchman Hakim, S.Si., MAgrSc., Ph.D dan Ketua PCNU Banyuwangi, KH Moh Ali Makki Zaini (Gus Makki). (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)

Perlu diketahui, UB mempunyai kepentingan dalam menumbuh kembangkan universitas-universitas di daerah yang dapat menjadi mitra strategis UB dalam mencapai reputasi global.

Dalam diskusi, Luchman juga memaparkan, bahwa selama ini LPPM UB telah menjalin kerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat di Banyuwangi dalam program Doktor Mengabdi yang melibatkan para doktor Universitas Brawijaya.

"Kegiatan doktor mengabdi tidak hanya  sebatas memberi pelatihan. Tapi juga memberikan kontribusi beberapa alat yang dapat digunakan masyarakat untuk meningkatkan kegiatan ekonomi produktif, baik secara langsung maupun tidak langsung," urainya.

Melalui program doktor mengabdi, UB telah memberikan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan pasca panen kopi di masyarakat wilayah Kecamatan Kalipuro. 

Tak hanya itu, mereka juga memberikan peralatan roasting kopi yang dapat digunakan oleh masyarakat dalam pengawasan Kampung Batara, Papring, Kalipuro.

"Program ini adalah bagian dari interaksi yang sudah terbangun lama antara Universitas Brawijaya dan komunitas di dusun Papring," cetusnya.

Luchman menambahkan, Khusus Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada  tahun 2023 direncanakan akan ada 14.000 mahasiswa UB akan melakukan KKN/Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dalam skema program PKM 1000 desa. 

"Nantinya mahasiswa KKN akan diikuti oleh dosen-dosen dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Potensi tersebut tentunya dapat dimanfaatkan oleh PCNU untuk memperkuat program 100 kampung NU," imbuhnya. 

Sebagai informasi, diskusi berlangsung produktif, antara lain juga dengan lahirnya kesepakatan kerjasama yang akan dibuat dan ditandatangni oleh PCNU Banyuwangi dan Universitas Brawijaya dalam waktu dekat. 

Hadir dalam diskusi tersebut jajaran kepengurusan harian PCNU Banyuwangi, termasuk Lakspesdam NU, Maarif, LazisNU, MWC NU Kalipuro dan lainnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES